Pada Kamis, 29 Oktober 2026, sejumlah peristiwa penting menjadi perhatian publik, mulai dari penetapan 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, hingga terpilihnya Alvin Tedjo, seorang pria keturunan Indonesia, sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada. Selain itu, ada juga kabar mengenai dugaan korupsi yang melibatkan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, serta aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti.
Penetapan Korporasi Tersangka Karhutla
Bareskrim Polri telah menetapkan 20 perusahaan sebagai tersangka terkait dugaan kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan diketahui merupakan penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Asep Safrudin, menyatakan bahwa penetapan ini dilakukan setelah penyidik bekerja sama dengan kepolisian daerah menangani 104 laporan polisi terkait kasus ini.
Dugaan Korupsi Silmy Karim
Kasus pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan Silmy Karim mengungkap adanya dugaan pembagian uang tidak resmi kepada sejumlah pejabat. Dalam dakwaan yang diajukan, jaksa menyebutkan bahwa terdapat alokasi Rp40 juta per minggu untuk seorang menteri yang dirujuk dengan kode “Rama”. Jaksa juga menjelaskan bahwa permintaan uang tersebut berasal dari pimpinan dan dipenuhi melalui penerimaan uang tidak resmi dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing.
Aksi Mahasiswa Universitas Trisakti
Dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, seorang mahasiswa Universitas Trisakti yang berasal dari Papua terlihat mengangkat noken, tas tradisional khas Papua, saat menyampaikan tuntutan kepada Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi. Mahasiswa tersebut menekankan bahwa noken bukan sekadar tas, melainkan simbol kehidupan masyarakat Papua, yang digunakan oleh para ibu untuk menggendong anak sejak lahir dan memiliki hubungan erat dengan alam sebagai sumber kehidupan.
Alvin Tedjo Terpilih sebagai Wali Kota
Alvin Tedjo menarik perhatian publik setelah terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada. Politikus keturunan Tionghoa-Indonesia ini berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya, yaitu petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie, berdasarkan hasil penghitungan cepat. Alvin memperoleh 74.479 suara, sementara Parrish mendapatkan 51.853 suara dan Crombie meraih 43.191 suara. Sebelum menjabat sebagai wali kota, Alvin telah berpengalaman sebagai anggota dewan kota yang mewakili wilayah Clarkson dan Lorne Park.
Pernyataan Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa kepala daerah yang menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana politik tidak dapat diberhentikan tanpa melalui usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pernyataan ini disampaikan dalam putusan perkara Nomor 365/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan pada hari yang sama. MK menerima sebagian permohonan yang diajukan pemohon terkait uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.