Fakta Pendidikan

Stella Christie: Lulusan Perguruan Tinggi Dinilai Kurang Tangguh oleh Industri

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengungkapkan keluhan dari industri mengenai lulusan yang dianggap kurang tahan banting. Hal ini terungkap dalam diskusi di Univ...

S
Stevani Nila Wardana
22 October 2026
20 pembaca
Wamendiktisaintek, Stella Christie, dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). (Foto: Nikita Rosa/detikedu)
Wamendiktisaintek, Stella Christie, dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). (Foto: Nikita Rosa/detikedu)

Jakarta - Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, baru-baru ini mengadakan diskusi kelompok fokus saat mengunjungi Universitas Brawijaya (UB). Dalam pertemuan tersebut, ia mendengar keluhan dari pihak industri yang menyatakan bahwa lulusan saat ini kurang memiliki ketahanan yang memadai.

Stella menjelaskan bahwa agenda pertemuan ini bertujuan untuk menindaklanjuti upaya penyelarasan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Dalam diskusi itu, UB berkolaborasi dengan 19 pelaku industri dari wilayah Malang.

Memetakan Kebutuhan Industri

Menurut Stella, penting untuk secara sistematis memetakan kebutuhan industri. "Kita mulai secara sistematis memetakan demand-nya itu sebenarnya apa dan berapa," ujarnya dalam acara Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 di Science Techno Park UI, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (22/10/2026). Dia menekankan bahwa permintaan dari industri bersifat dinamis dan sedang dalam proses pemetaan.

"Demand berubah-berubah, tapi setidaknya mulai kita peta-petakan. Pada saat ini industri kayak demand-nya itu apa, lalu dari suplai kita sudah berbuat apa, dan suplai kita dianggap seperti apa," tambahnya.

Kualitas Lulusan yang Dipertanyakan

Dari hasil diskusi, Stella mencatat bahwa industri sangat memperhatikan kualitas lulusan. Namun, ia menemukan bahwa lulusan saat ini cenderung kurang tangguh. "Paling tersirat dari industri, mungkin secara ilmu sudah ada, tapi tidak tahan banting," ungkapnya.

Ia memberikan contoh mengenai pekerja baru yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaan, di mana mereka dapat dikenakan denda sebesar Rp60 juta. "Jadi sebentar lalu berhenti walaupun ada fine-nya. Ada Rp60 juta. Ini anak-anak mahasiswa yang baru lulus itu kadang ada yang berhasil juga bayar fine. Daripada katanya dimarah-marahin pekerjaannya," tuturnya.

Stella juga menegaskan bahwa meskipun ijazah sarjana masih diperlukan dalam melamar pekerjaan, kemampuan dan kualitas lulusan menjadi fokus utama. "Jadi bagaimana kita di kampus bisa agar hasil kita lebih tahan banting ya, lebih lebih resilient, lebih perseverance. Nah, itu-itu dikeluhkan oleh industri kita," pungkasnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait