JAKARTA - Tiga sekolah terkemuka di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading merayakan Hari Anak Nasional sekaligus menandai 25 tahun perjalanan mereka dengan melakukan transformasi menjadi Veritas Intercultural School, yang akan efektif berlaku mulai Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperkuat komitmen dalam menyediakan pendidikan internasional yang relevan, holistik, dan berorientasi masa depan.
Perubahan identitas ini mencerminkan visi pendidikan yang menekankan pembelajaran berbasis inkuiri, pemahaman lintas budaya, serta pengembangan karakter dan kompetensi global. Veritas Intercultural School bertekad untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga membentuk siswa yang berintegritas, berpikiran terbuka, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi dalam masyarakat global.
Komitmen Terhadap Pendidikan Berkualitas
Megasari, Direktur Sekolah Veritas Intercultural School Bintaro, menyatakan bahwa transformasi ini adalah langkah penting untuk memperkuat fokus pendidikan yang berpusat pada perkembangan siswa. "Perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di manapun mereka berada," ujarnya pada Kamis, 23 Juli 2026.
Sebagai bagian dari transformasi ini, Veritas Intercultural School akan menerapkan International Baccalaureate (IB) sebagai kerangka pendidikan yang sejalan dengan visi sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri, IB mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif, serta menjadi individu yang berintegritas, berpikiran terbuka, dan peduli terhadap sesama.
Pendidikan Holistik untuk Masa Depan
Megasari menambahkan, "Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat." Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, Direktur Sekolah Veritas Intercultural School Bali, menegaskan bahwa perubahan ini adalah penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan oleh sekolah. "Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun. Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah," jelasnya.
Sementara itu, Lauren Sarinah, Direktur Sekolah Veritas Intercultural School Kelapa Gading, menjelaskan bahwa kerangka International Baccalaureate telah diadopsi oleh ribuan sekolah di berbagai negara. "Tentu harapannya tidak lain tidak bukan, dengan menggunakan IB framework ini, kami bisa memberikan atau bekerja sama dengan orang tua mensukseskan anak-anak, bukan hanya di akademik, tapi anak-anak bisa sukses di dalam hidupnya," ungkap Lauren.
Ia juga menekankan bahwa kurikulum IB memungkinkan pendidik untuk mendampingi siswa dalam mencapai potensi terbaik mereka. "IB ini sebenarnya suatu konsep pendidikan, yang percaya kesuksesan anak itu bukan hanya nilai matematika atau nilai bahasa atau bahasa Inggris yang bagus, tapi juga ada keterampilan-keterampilan yang diasah. Keterampilan dan profil bahwa profil-profil anak harus seperti apa, itu yang namanya IB Learner Profile," pungkasnya.