Jakarta - Pada Rabu (7/10/2026), penerbit ilmiah global Elsevier mengumumkan daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Dalam pemeringkatan ini, tujuh dosen dari Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mencatatkan namanya sebagai ilmuwan terkemuka. Penghargaan ini tercantum dalam Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators yang dirilis oleh Elsevier Data Repository, yang dikembangkan oleh peneliti dari Stanford University, John PA Ioannidis.
Ioannidis menciptakan indikator sitasi ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu berdasarkan data dari Scopus. Pemeringkatan tahun 2026 mencakup dua kategori utama, yaitu Career-Long Impact yang mengakui dampak sitasi sepanjang karier ilmuwan dan Single-Year Impact yang menyoroti pengaruh publikasi ilmiah berdasarkan sitasi yang diterima selama tahun 2025. Kategori Single-Year Impact juga memberikan gambaran tentang kontribusi dan keterlibatan karya ilmiah para peneliti dalam perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Apresiasi dari Rektor Undip
Rektor Undip, Suharnomo, memberikan penghargaan atas kontribusi dosen-dosen tersebut. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan pengakuan bahwa penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen Undip memiliki pengaruh yang signifikan di dunia. "Masuknya tujuh dosen Undip dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bahwa kualitas perguruan tinggi dibangun melalui kerja akademik yang konsisten," ujarnya.
Profil Tujuh Dosen Undip
Berikut adalah daftar tujuh dosen Undip yang masuk dalam kategori 2% ilmuwan berpengaruh dunia untuk tahun 2026:
- Prof Dr Ir Hadiyanto ST MSc IPU
Peringkat: 55.493
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Bioproses, Energi
Profil singkat: Pakar teknologi lingkungan yang memimpin penelitian tentang pengelolaan sumber daya air dan energi terbarukan, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim dan pemanfaatan energi bersih di Indonesia. - Prof Sugiharto SPt MSc PhD
Peringkat: 62.198
Fakultas: Fakultas Peternakan dan Pertanian
Bidang keilmuan: Nutrisi Hewan dan Bioteknologi Pertanian
Profil singkat: Dikenal atas penelitian dalam nutrisi hewan, berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak, relevan untuk ketahanan pangan di Indonesia. - Prof Ir Tutuk Djoko Kusworo ST MEng PhD
Peringkat: 119.389
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Membran dan Pemisahan Gas
Profil singkat: Ahli internasional dalam teknologi membran untuk air, pengolahan limbah, pemisahan gas, dan produksi tabung nano karbon. - Prof Dr Ir Andri Cahyo Kumoro ST MT IPU ASEAN Eng
Peringkat: 142.884
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Pemrosesan Hasil Pertanian
Profil singkat: Ahli teknologi pemrosesan hasil pangan dan penelitian limbah industri, karyanya menjadi rujukan global. - Prof Dr Ir Jamari ST MT IPU ASEAN Eng
Peringkat: 229.140
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Tribology, Engineering Design
Profil singkat: Fokus riset dalam bio-tribology yang berkontribusi pada desain teknik modern. - Prof Dr Athanasius Priharyoto Bayuseno ST MSc
Peringkat: 254.259
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Material Science, Mechanical Engineering
Profil singkat: Ilmuwan baru di Undip yang fokus pada material science dan rekayasa teknik, berkontribusi pada pengembangan ilmu rekayasa material. - Dr Eng Achmad Widodo ST MT
Peringkat: 267.581
Fakultas: Fakultas Teknik
Bidang keilmuan: Artificial Intelligence, Machine Fault Diagnosis Prognosis
Profil singkat: Aktif mengajar di Teknik Mesin Undip dan meneliti sistem machine learning untuk diagnosis kerusakan mesin.
Penghargaan yang Diterima
Beberapa dosen Undip juga berhasil meraih penghargaan dalam kategori Career-Long Impact, di antaranya adalah Prof Dr Ir Hadiyanto ST MSc IPU, Hengky Latan, dan Prof Sugiharto SPt MSc PhD. Rektor Suharnomo berharap pengakuan internasional ini dapat menginspirasi seluruh sivitas akademika Undip untuk terus mengembangkan penelitian yang berkontribusi pada pembangunan nasional. "Bagi Undip, reputasi internasional bukanlah tujuan akhir. Reputasi harus menjadi jalan untuk memperluas manfaat ilmu pengetahuan," katanya.