Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi. Kali ini, ia mengusulkan agar Venezuela menjadi bagian dari Amerika Serikat. Ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat setelah penangkapan Nicolas Maduro, mantan Presiden Venezuela, oleh tentara AS di Ciracas, Venezuela, pada 3 Januari 2026. Penangkapan tersebut dimanfaatkan Trump untuk mengklaim kekayaan alam Venezuela, terutama sumber daya minyaknya.
Trump kemudian menyampaikan pesan yang mengundang perhatian publik pada Maret 2026, terkait rencananya untuk menguasai wilayah Venezuela. Ia menyatakan keinginannya agar negara tersebut menjadi bagian dari AS. Di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menulis: "Hal-hal baik terjadi pada Venezuela akhir-akhir ini! Saya bertanya-tanya tentang keajaiban apa ini? KEBANGSAAN, #51, ADA YANG TERTARIK?" Selain itu, dalam wawancara dengan Fox News pada 11 Mei, Trump mengungkapkan bahwa ia "serius" mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51.
Tanggapan dari Pemerintah Venezuela
Menanggapi usulan Trump, Delcy Rodriguez, Presiden sementara Venezuela, menegaskan bahwa pemerintahannya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara bagian AS. Rodriguez menyampaikan pernyataan ini setelah Trump mengungkapkan keseriusannya untuk menjadikan Venezuela sebagai bagian dari AS, menyusul penangkapan Maduro.
"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," ungkap Rodriguez kepada wartawan seusai sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, seperti dilaporkan oleh AFP pada 12 Mei 2026.
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan
Ketika ditanya mengenai kemungkinan status Venezuela sebagai negara bagian AS, Rodriguez menegaskan bahwa pemerintahannya sedang berfokus pada "agenda kerja sama diplomatik" dengan AS. Sejak mengambil alih kekuasaan dari Maduro, Rodriguez telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Washington di tengah tekanan dari Trump untuk mendapatkan akses ke cadangan energi fosil Venezuela yang melimpah.
Trump juga diketahui sering memuji Rodriguez, yang telah melaksanakan reformasi untuk membuka sektor pertambangan dan minyak Venezuela bagi investasi asing, terutama dari AS. Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Maduro, juga telah mendorong pengesahan undang-undang amnesti yang mengakibatkan pembebasan ratusan tahanan politik, meskipun masih ada sekitar 500 orang yang tetap ditahan.