MALANG - Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri, mengajak untuk memperluas jangkauan Sekolah Rakyat guna memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, termasuk mereka yang sempat putus sekolah. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kota Malang.
Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya mendengarkan langsung latar belakang serta cita-cita para siswa. Ia mengungkapkan rasa terharunya melihat semangat anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang sulit. Mereka menunjukkan tekad untuk meningkatkan derajat orang tua dan meraih cita-cita melalui pendidikan. “Tadi saya terharu juga dengar tadi bapaknya buruh, orang tuanya meninggal, dan mereka bercita-cita untuk menaikkan derajat orang tuanya, ada yang cita-cita jadi tentara, ada yang jadi hakim,” ungkap Bima saat mengunjungi sekolah tersebut pada Rabu (21/10).
Semangat Anak untuk Kembali Bersekolah
Semangat luar biasa juga terlihat dari seorang anak yang ingin kembali bersekolah setelah hampir empat tahun tidak menempuh pendidikan. Bima menyatakan bahwa kemauan anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan adalah sesuatu yang sangat mengesankan. “Dia sudah hampir empat tahun dari putus sekolah, tapi masih mau sekolah itu kan luar biasa,” tuturnya.
Pentingnya Kesempatan Belajar bagi Anak-anak
Kisah tersebut menegaskan betapa pentingnya memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang pendidikannya terhenti. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka akses agar mereka dapat kembali menempuh pendidikan dan membangun harapan untuk masa depan yang lebih baik. “Jadi ini sekolah rakyat harus terus kami dorong untuk semakin memperluas jangkauan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bima Arya memandang Sekolah Rakyat sebagai program yang memiliki tujuan jangka panjang. Pendidikan yang diberikan tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kehidupan keluarga siswa, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin bangsa. Untuk mendukung tujuan tersebut, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang melibatkan sinergi dari berbagai pihak.
Sekolah yang memiliki 75 siswa ini memanfaatkan aset eks Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang terletak di kawasan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bima menjelaskan bahwa pemanfaatan aset tersebut mendapatkan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Wali Kota Malang.