Fakta Pendidikan

Wisudawan Termuda ITS, Hasna Nur Shadrina Raih Gelar Sarjana di Usia 19 Tahun

Hasna Nur Shadrina berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Lingkungan di ITS pada usia 19 tahun 7 bulan, menjadikannya wisudawan termuda pada periode ke-134. Ia mengungkapkan perjalanan akademikny...

A
Amara Rukmana
11 October 2026
27 pembaca
Hasna Nur Shadrina, Wisudawan Termuda ITS. (Foto: ITS)
Hasna Nur Shadrina, Wisudawan Termuda ITS. (Foto: ITS)

Hasna Nur Shadrina telah resmi meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada usia 19 tahun 7 bulan. Di tengah perjalanan akademiknya, ia diakui sebagai wisudawan termuda pada periode wisuda ke-134. Sejak kecil, Hasna sudah menunjukkan kecerdasan yang luar biasa, dimulai dari pendidikan TK yang ia jalani pada usia 3 tahun dan melanjutkan ke SD pada usia 5 tahun. Dia juga mengikuti program akselerasi di tingkat SD dan SMP.

Perjalanan Adaptasi di Perantauan

Hasna mengungkapkan bahwa proses pendidikan yang ia jalani memudahkan dirinya beradaptasi dengan lingkungan baru. Meskipun demikian, ia menghadapi tantangan ketika harus tinggal jauh dari rumah di Tangerang. "Proses saya untuk beradaptasi terbantu banget karena punya teman-teman yang sama-sama merantau, jadi terasa lebih mudah," ungkapnya.

Tantangan Akademik dan Tugas Akhir

Selama menempuh pendidikan di Departemen Teknik Lingkungan ITS, Hasna menghadapi tantangan akademik yang cukup berat, terutama karena ritme perkuliahan yang kompetitif. Menghadapi tekanan tersebut, ia memilih untuk tetap fokus dan tidak terbebani. Menurutnya, fase yang paling sulit adalah saat mengerjakan tugas akhir. Berbeda dari penelitian biasa, tugas akhirnya melibatkan pengujian laboratorium serta tiga tahapan sidang, yaitu seminar proposal, seminar progres, dan seminar hasil.

Dalam tugas akhir, Hasna mengangkat isu polusi lingkungan di Jawa Timur dengan fokus pada mikroplastik di Sungai Kalimas, Surabaya. Ia menemukan bahwa mikroplastik merupakan emerging pollutant yang semakin mengkhawatirkan. "Namun, hingga saat ini belum ada regulasi resmi untuk mengatasi persoalan lingkungan di lokasi wisata seperti Sungai Kalimas," tuturnya.

Rencana Masa Depan

Setelah menyelesaikan studinya, Hasna tidak terburu-buru menentukan langkah selanjutnya. Dalam waktu tiga bulan ke depan, ia berencana untuk memperdalam pengalaman laboratoriumnya dengan bergabung dalam proyek riset dosen yang berfokus pada identifikasi lokasi berbahaya. Ia juga sedang mempertimbangkan pilihan antara berkarier secara profesional atau melanjutkan studi. Hasna percaya bahwa di usia muda ini, ia memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi potensi dirinya tanpa kehilangan fokus.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait