Jakarta - Skripsi biasanya menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Namun, ada kemungkinan bagi mahasiswa untuk lulus tanpa menulis skripsi. Hal ini dialami oleh Karunya Saka Listianto, yang berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN "Veteran" Yogyakarta.
Saka meraih gelar S1 tanpa melalui skripsi konvensional, melainkan dengan memanfaatkan konversi karya ilmiah. Kebijakan ini memberikan alternatif bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir mereka dengan menggunakan publikasi artikel jurnal ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), atau jenis karya riset yang telah tervalidasi sebagai pengganti laporan skripsi.
Prestasi Lulusan Terbaik
Selain lulus tanpa skripsi, Saka juga dinyatakan sebagai Lulusan Terbaik I UPN "Veteran" Yogyakarta pada wisuda periode pertama tahun akademik 2026/2027. Ia menempuh studi selama 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3,82 (cum laude). Ketertarikan Saka terhadap penelitian dimulai dari kebiasaannya membaca literatur akademik dan berpartisipasi dalam konferensi ilmiah. Ia telah menerbitkan artikel di jurnal terindeks Sinta dan juga di jurnal internasional yang terindeks Scopus Q3 dan Q4.
Selama masa studinya, Saka terlibat dalam penelitian bersama dosen HI dan berperan sebagai asisten peneliti. Ia menganggap bahwa menekuni dunia riset adalah kesempatan untuk belajar kesabaran, ketelitian, dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. "Menulis artikel sebagai single author menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Prosesnya cukup panjang karena harus melalui review hampir satu tahun," ungkap Saka.
Karya dan Hak Kekayaan Intelektual
Selain aktif dalam penelitian, Saka juga mendapatkan hak kekayaan intelektual (HaKI) melalui kolaborasi penulisan buku mengenai paradiplomasi. Pengalaman ini mendukungnya dalam menyelesaikan studi tanpa skripsi. Meskipun banyak pencapaian yang diraihnya, Saka tetap aktif berorganisasi di kampus, termasuk menjadi anggota UKM Pramuka dan menjabat sebagai Editor in Chief pada Jurnal Pena Wimaya, jurnal yang dikelola oleh mahasiswa HI.
Menurut Saka, mencoba kegiatan baru adalah hal yang penting. Setiap proses yang dilalui memberikan pembelajaran. "Jangan takut untuk mencoba kegiatan baru, termasuk penelitian dan publikasi. Dari setiap proses pasti ada pembelajaran. Tetapi, tetap harus tahu prioritas dan jangan sampai kegiatan yang kita ikuti membuat kewajiban utama sebagai mahasiswa terabaikan," jelasnya.
Setelah lulus dari UPN Jogja, Saka berencana untuk memasuki dunia kerja sambil mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Ia ingin mengembangkan pengalaman riset dan publikasinya di bidang akademik dan profesional.
Sebagai wisudawan terbaik, Saka menerima apresiasi dari pihak kampus. Dr. Machya Astuti Dewi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN Jogja, menyatakan bahwa pencapaian Saka adalah hasil dari konsistensinya dalam berkarya. "Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Karunya Saka atas keberhasilannya menyelesaikan studi melalui jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi. Pencapaian ini tidak datang secara instan," kata Machya. "Selama menjadi mahasiswa, Karunya (Saka) konsisten berkarya dengan menghasilkan belasan publikasi, termasuk pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus," tambahnya.