Fakta Politik

Ahmad Ali Mengungkap Alasan Keluar dari NasDem Terkait Mahar Politik

Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan Partai NasDem disebabkan oleh praktik mahar politik yang tidak terpenuhi dalam Pilpres 2024. Ia merasa diperlakukan...

P
Panca Akbar Saputra
21 June 2026
4 pembaca
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengaku keluar dari NasDem buntut tidak sepakat atas praktik mahar politik. (CNN Indonesia/Thohirin)
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengaku keluar dari NasDem buntut tidak sepakat atas praktik mahar politik. (CNN Indonesia/Thohirin)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ahmad Ali, yang menjabat sebagai Ketua Harian DPP PSI, mengungkapkan bahwa ia keluar dari Partai NasDem akibat masalah mahar politik terkait Pilpres 2024. Ia merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan setelah tidak dapat memenuhi mahar politik yang diminta oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

“Artinya begini, ketika mahar itu tidak terpenuhi kemudian saya diperlakukan menjadi tidak pantas, tidak wajar, artinya proses pemilihan presiden, semua orang tahu pasti bahwa yang menginisiasi itu adalah saya dan kemudian saya adalah satu-satunya orang yang dimandatir oleh partai untuk menjadi penanggung jawab Pilpres. Ya cukup lah [maharnya] untuk beli, untuk bangun Tower Nasdem 2,” jelas Ali dalam sebuah podcast yang disiarkan oleh CNN Indonesia.

Keputusan untuk Meninggalkan NasDem

Ali menilai bahwa keputusannya untuk hengkang dari NasDem lebih tepat jika diungkapkan dengan istilah 'dibuang' oleh partai yang dipimpin oleh Surya Paloh. Ia juga mengingat kembali posisinya sebagai Wakil Ketua Umum NasDem, yang tidak menjamin kemudahan dalam mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2024.

“Untuk mendapatkan rekomendasi sekalipun maju sebagai Pilgub, itu sulitnya minta ampun,” tambahnya. Ia juga mengkritik NasDem yang selama ini mengusung nilai-nilai moralitas dan restorasi, tetapi dalam praktiknya tidak sesuai dengan prinsip tersebut.

Hubungan dengan Surya Paloh

Walaupun demikian, Ali menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Surya Paloh tidak bermasalah. Ia mengungkapkan rasa hormatnya terhadap Paloh dan menganggapnya sebagai seorang guru. “Dan kemudian di NasDem itu saya belajar tentang nilai dan kemudian pada akhirnya, di ujungnya, ternyata nilai yang diajarkan itu tidak konsisten kita perjuangkan, sehingga kemudian bagi saya hubungan personalnya tidak pernah ada masalah,” tuturnya.

Sebelum bergabung dengan PSI pada September 2025, Ahmad Ali merupakan salah satu tokoh penting di NasDem, di mana ia bergabung sejak tahun 2013. Ali, yang berasal dari Sulawesi Tengah, memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2009-2014 dari Partai Patriot. Ia kemudian pindah ke NasDem dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Dapil Sulawesi Tengah, yang membawanya terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dengan perolehan 152.270 suara sah.

Artikel Terkait