Fakta Politik

Jokowi Menjelaskan Perannya di PSI sebagai Motivator

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa ia belum resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia, namun berperan sebagai motivator. Ia juga menekankan pentingnya proses internal yang harus dilalu...

P
Padma Dewi
20 June 2026
5 pembaca
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), buka suara terkait rumor akan segera bergabung dengan PSI dan menjabat sebagai Dewan Pembina. (ANTARA/Aris Wasita)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), buka suara terkait rumor akan segera bergabung dengan PSI dan menjabat sebagai Dewan Pembina. (ANTARA/Aris Wasita)

Presiden Republik Indonesia yang ketujuh, Joko Widodo, memberikan penjelasan mengenai isu yang beredar tentang kemungkinan dirinya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Dewan Pembina. Jokowi menyatakan bahwa ada prosedur yang harus dilalui dalam struktur organisasi PSI sebelum ia dapat menjadi bagian dari partai yang dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.

"Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung," ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, pada hari Jumat, 19 Juni.

Peran Jokowi di PSI

Mengenai posisinya di PSI, Jokowi hanya memberikan jawaban singkat. Ia menjelaskan bahwa perannya saat ini adalah sebagai pemberi semangat. "Sebagai apa, sebagai motivator," ujarnya sambil tersenyum ketika ditanya tentang jabatannya di partai tersebut.

Walaupun belum secara resmi bergabung, Jokowi menegaskan komitmennya untuk berkontribusi maksimal dalam upaya memenangkan PSI. "Seperti yang saya sampaikan di Kongres, di Rakernas (PSI), saya akan kerja mati-matian untuk PSI," jelasnya.

Respons dari PSI

Di sisi lain, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, juga menyatakan bahwa Jokowi akan bergabung dengan PSI. "Saya pastikan seperti itu, masuk PSI ya, jabatannya apa, bukan urusan saya," kata Ahmad Ali dalam podcast What the Fact Politics CNN Indonesia pada hari yang sama.

Ahmad Ali menambahkan bahwa saat ini, PSI sedang fokus untuk membangun struktur partai yang solid. Ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu yang ditugaskan untuk memperbaiki struktur tersebut. Selain itu, Ali juga menyinggung rencana Jokowi untuk berkeliling Indonesia dan menyatakan keheranannya terhadap pihak-pihak yang mempertanyakan langkah tersebut. Menurutnya, hal itu sangat wajar, terutama bagi Jokowi yang merupakan mantan presiden selama dua periode.

"Begini, sebenarnya pertanyaannya, apa sih yang membuat orang risau kemudian ketika Jokowi mau blusukan, mau menghadiri, atau berkunjung ke suatu daerah? Dia Warga Negara Indonesia kok, dia punya paspor, dia Warga Negara Indonesia, tidak perlu kita khawatirkan, apalagi dia mantan Presiden. Terus kenapa kemudian heboh sekali?" ucap Ali.

Artikel Terkait