Monday, 04 May 2026
Fakta Nasional

Iran Menawarkan Pilihan kepada Trump: Kesepakatan Buruk atau Operasi Militer yang Mustahil

Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dihadapkan pada dua pilihan sulit: menerima kesepakatan yang dianggap buruk atau melanjutkan operasi militer yang dinilai mustahil.

P
Padma Dewi
03 May 2026 4 pembaca
Iran Menawarkan Pilihan kepada Trump: Kesepakatan Buruk atau Operasi Militer yang Mustahil

Jakarta - Garda Revolusi Iran mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini berada dalam posisi yang sulit, di mana ia harus memilih antara operasi militer yang dianggap "mustahil" atau menerima "kesepakatan buruk" dengan Teheran. Situasi ini muncul setelah negosiasi antara kedua negara terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April 2026.

Menurut laporan dari kantor berita AFP pada Minggu (3/5/2026), hanya satu putaran pembicaraan perdamaian langsung yang telah dilakukan sejauh ini. Iran telah mengajukan proposal 14 poin melalui mediator Pakistan, namun Trump meragukan keabsahan proposal tersebut. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyatakan, "Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir."

Situs berita AS, Axios, melaporkan bahwa proposal Iran menetapkan batas waktu satu bulan untuk negosiasi kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pengakhiran blokade angkatan laut AS, serta penyelesaian konflik di Iran dan Lebanon secara permanen. Garda Revolusi Iran kemudian menyatakan bahwa Trump harus memilih antara dua opsi tersebut: "Operasi yang mustahil atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran." Mereka juga menekankan bahwa waktu untuk pengambilan keputusan AS semakin sempit.

Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menambahkan bahwa "bola berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif". Ia menyatakan bahwa Iran siap untuk kedua jalur tersebut.

Dengan situasi yang semakin mendesak, perkembangan lebih lanjut dari negosiasi ini akan menjadi perhatian utama dalam hubungan antara Iran dan AS.

// Artikel Terkait