Fakta Pendidikan

Jejak Putih Pesawat: Penjelasan dan Potensi Bahayanya

Pesawat yang terbang seringkali meninggalkan jejak putih di langit. Apa sebenarnya jejak ini dan bagaimana proses terbentuknya?

A
Amara Rukmana
27 October 2026
7 pembaca
Ilustrasi Contrails Pesawat. (Foto: Michael Marston ePixel Images/CNN)
Ilustrasi Contrails Pesawat. (Foto: Michael Marston ePixel Images/CNN)

Pesawat yang beroperasi di udara sering kali meninggalkan jejak putih yang terlihat di langit. Jejak ini dikenal sebagai contrails, yang merupakan awan gas buang berbentuk garis yang muncul di belakang pesawat. Menurut laman United States Environmental Protection Agency, gas buang ini terdiri dari uap air, karbon dioksida (CO2), serta emisi lain yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, termasuk oksida belerang (SOx), hidrokarbon (HC), dan partikel-partikel tertentu.

Proses Pembentukan Contrails

Contrails terbentuk ketika pesawat terbang pada ketinggian yang sangat dingin. Gas buang yang panas dari mesin jet berinteraksi dengan udara dingin dan menghasilkan awan gas buang yang terlihat dalam kondisi atmosfer tertentu. Agar contrails dapat terbentuk, diperlukan kondisi yang tepat di belakang mesin jet, khususnya dalam aliran gas buang yang melebar. Contrails akan muncul jika kelembapan udara cukup tinggi, sehingga uap air dapat mengembun pada partikel-partikel dalam gas buang maupun udara di sekitarnya, membentuk tetesan air kecil yang kemudian membeku menjadi kristal es karena suhu yang rendah.

Kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan contrails sering dijumpai pada ketinggian tinggi. Ketika banyak pesawat jet komersial atau pribadi terbang pada waktu bersamaan dalam kondisi ini, akan terlihat banyak contrails di langit.

Durasi Keberadaan Contrails

Contrails umumnya memiliki umur yang singkat, terbentuk dan menguap dalam hitungan detik hingga menit akibat kelembapan rendah di atmosfer. Namun, contrails yang bertahan lama dapat muncul ketika pesawat melintasi lapisan atmosfer dengan kelembapan tinggi. Jejak ini dapat bertahan selama beberapa menit hingga lebih dari satu hari. Contrails yang bertahan lama dapat berinteraksi dengan angin dan awan, membentuk awan sirus yang tipis seperti serabut.

Potensi Bahaya Contrails

Penelitian mengenai dampak lingkungan dari contrails menunjukkan bahwa awan yang terbentuk dari contrails yang bertahan lama dapat memberikan efek pemanasan bersih (net warming effect) dalam skala kecil. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dan mengukur dampak contrails terhadap iklim secara lebih akurat.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait