Jakarta - Tim Liga Film Mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih penghargaan Most Inspiring Film Award dalam ajang NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 dengan film berjudul "Meong!". Film ini berhasil mengungguli 54 film lainnya yang berasal dari 14 negara.
"Meong!" mengisahkan interaksi sederhana antara kucing kampus dan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir mereka. Berlatar di kampus ITB, kehadiran kucing tersebut menjadi elemen penting dalam mendampingi perjalanan mahasiswa.
Inspirasi dari Kehidupan Sehari-hari
Ide cerita film ini berawal dari keberadaan kucing yang sering terlihat di berbagai sudut kampus ITB. Pengalaman sehari-hari tersebut kemudian diolah oleh tim menjadi sebuah narasi yang menempatkan kucing sebagai karakter utama. Melalui film ini, para mahasiswa tidak hanya menciptakan karya yang berkualitas global, tetapi juga menawarkan perspektif kreatif mengenai kehidupan mahasiswa.
"Inti dari film ini, kami mau membawakan bahwa sesuatu seperti kucing kecil atau mungkin hal kecil lainnya di dunia ini bisa sangat menginspirasi dan bermakna bagi seseorang. Meskipun terkadang hal kecil tersebut sebenarnya biasa saja atau mungkin bahkan tidak berharga di mata orang lain," ungkap Vincentius Bhagaskara (AS'22), penulis dan produser "Meong!" dalam laman ITB.
Proses Produksi yang Menarik
Produksi film "Meong!" dimulai pada Maret 2025 dan melibatkan satu pemeran utama serta sepuluh kru. Tim ini terdiri dari Vincentius Bhagaskara (AS'22) sebagai penulis dan produser, Fransiska Fernanda (EB'22) sebagai penulis dan sutradara, serta Dudih Purwadi (AS'22) yang menjabat sebagai Director of Photography, Sound Director, dan editor.
Dudih menjelaskan bahwa pemilihan pemeran utama kucing merupakan salah satu aspek unik dalam produksi film ini. Tim melakukan casting terhadap hampir 40 kucing di lingkungan kampus dengan mempertimbangkan warna bulu dan karakter. "Kami melakukan casting kucing seharian penuh di kampus ITB. Hampir 40 kucing yang kami coba casting. Kami memperhatikan warna bulu yang cocok dan karakter kucing yang mudah diarahkan. Hingga akhirnya kami memilih Siti yang cocok untuk peran ini," ujarnya.
Siti adalah kucing yang sering terlihat beraktivitas di sekitar Gedung Labtek VII ITB. Dalam pengembangan cerita, tim juga melibatkan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding. Namun, bekerja dengan hewan memiliki tantangan tersendiri. Selain harus menghadapi perubahan cuaca, tim juga harus menyesuaikan proses syuting dengan kondisi Siti.
Ketika Siti menunjukkan tanda-tanda stres atau ketidaknyamanan, proses pengambilan gambar harus dihentikan sementara. Meskipun demikian, usaha keras tim membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Most Inspiring Film Award. Menurut Fransiska, kucing sebagai tokoh utama serta cara film ini mengangkat hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik tersendiri dari karya mereka.
"Jujur, penghargaan ini sesuatu yang tidak aku ekspektasikan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami juga senang bahwa film yang diproduksi bisa menginspirasi banyak orang. Special thanks juga untuk semua orang yang turut membantu dan Siti yang bisa menghasilkan momen adegan unik secara alami dan tidak terduga," kata Fransiska.