Medan, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, merespons usulan pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, yang diajukan oleh sejumlah fraksi di DPRD setempat. Tito menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan tim untuk memediasi kedua belah pihak.
"Sudah ada tim dari Kemendagri yang turun ke sana," ujar Tito usai menghadiri pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, pada Rabu malam (9/9).
Proses Mediasi yang Belum Terungkap
Tito tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana proses mediasi berlangsung dan hasil yang dicapai antara DPRD Tapanuli Tengah dan Bupati Masinton. "Iya untuk mediasi," tambahnya singkat.
Harapan Gubernur untuk Penyelesaian Konflik
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, berharap agar konflik antara Bupati Masinton dan pimpinan DPRD Tapanuli Tengah dapat segera diselesaikan. Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah ini agar tidak mengganggu pemerintahan yang berdampak pada masyarakat.
"Mudah-mudahan selesailah. Saya inginnya selesai karena yang kasihan masyarakat," ungkap Bobby pada Rabu malam. Ia juga mengingatkan bahwa Tapanuli Tengah merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang parah terdampak bencana banjir dan longsor pada tahun 2025. Hingga saat ini, penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di daerah tersebut masih lebih lambat dibandingkan dengan daerah lainnya.
"Apalagi itu daerah bencana dan kita tahu Tapteng itu salah satu daerah yang hari ini penyaluran bantuannya masih sedikit lambat dibandingkan daerah lain," jelasnya.
Usulan pemakzulan Bupati Masinton muncul dari lima partai politik yang memiliki kursi di DPRD Taptung, yaitu NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Kelima partai tersebut sebelumnya mengadakan pertemuan pada Jumat (4/9) untuk membahas berbagai masalah yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Politikus Gerindra, Hazmi Arif Simatupang, yang juga berperan sebagai juru bicara dalam pertemuan tersebut, menilai bahwa roda pemerintahan di Tapteng tidak berjalan dengan baik dan pengelolaan anggaran tidak profesional. "Ini disebabkan banyaknya penyelewengan anggaran. Kami mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sampai pada tingkat pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu," kata Hazmi pada Sabtu (5/9).
Hazmi juga menyebutkan bahwa kelima partai menemukan indikasi pengelolaan anggaran yang buruk, dengan penyerapan APBD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2026 hingga Agustus baru mencapai sekitar 30 persen. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, penyerapan APBD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggaran 2026 hingga Agustus baru mencapai sekitar 30 persen. Ini menjadi catatan serius dan sangat memprihatinkan," ujarnya.
Menurut Hazmi, rendahnya serapan anggaran dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dipanggil dan diingatkan oleh Kementerian Dalam Negeri terkait kondisi ini.
Selain masalah anggaran, lima partai tersebut juga menyoroti penanganan bencana banjir di Tapteng. Mereka menilai bahwa respons dari pemerintah daerah masih lambat dan penyaluran bantuan kepada korban belum optimal. "Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan penyaluran bantuan banjir. Bahkan sejumlah protes muncul karena bantuan dinilai belum tersalurkan secara baik," ungkapnya.
Belakangan, Fraksi Gerindra memutuskan untuk menarik pernyataan mengenai wacana pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu. DPC Gerindra Tapteng mengumumkan bahwa mereka tidak lagi terlibat dalam pernyataan sikap bersama untuk memakzulkan Bupati Masinton. "Kami duduk bersama dalam rangka menyikapi hal-hal yang saat ini sedang berkembang di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya tentang kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang kami anggap lalai dan lemah di dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Ketua DPC Gerindra Tapteng, Hazmi Arif Simatupang, dalam sebuah video.