Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan tanggapan terkait video yang diunggah oleh Amien Rais di kanal YouTube-nya, yang membahas kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Meutya menyatakan bahwa video tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter.
Dalam pernyataannya, Meutya mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengidentifikasi penyebaran video yang mengandung narasi fitnah dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat. "Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI," tulis Meutya di akun Instagram @kemkomdigi.
Meutya juga menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa isi video tersebut adalah hoaks dan fitnah yang tidak memiliki dasar fakta serta merupakan upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. "Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan, bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia manapun," tambahnya.
Meutya menyatakan bahwa Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang membuat dan ikut mendistribusikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sesuai dengan UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).
Video yang diunggah Amien Rais dengan judul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" kini sudah tidak dapat diakses di kanal YouTube Amien Rais Official. Video tersebut berdurasi sekitar 8 menit. Detikcom juga telah berupaya menghubungi Ketua Umum dan Anggota DPP Partai Ummat, namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons yang diterima.