PT Multi Harapan Utama (MHU), yang merupakan bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca pada Scope 1 dan Scope 2 sebesar 41,34% sepanjang tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi perhatian di tengah upaya industri pertambangan untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional mereka.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh perusahaan, total emisi MHU pada tahun 2024 tercatat mencapai 275.065,53 ton COe. Jika dibandingkan dengan baseline tahun 2021, emisi pada Scope 1 berhasil ditekan hingga 40,89%. Angka ini jauh melebihi target pengurangan emisi sebesar 8% yang telah ditetapkan untuk tahun 2030.
Strategi Operasional untuk Penurunan Emisi
Penurunan emisi tersebut didukung oleh berbagai strategi operasional yang diterapkan oleh MHU. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program HYDRUM, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar armada dump truck melalui teknologi hibrida. Perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan energi dalam operasional serta memantau waktu kendaraan tidak beroperasi (idle time) menggunakan sistem berbasis data ITIMER.
Selain itu, MHU mulai mengeksplorasi penggunaan teknologi rendah emisi dengan melakukan uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong transisi teknologi di sektor pertambangan. Pengurangan emisi juga dilakukan melalui reklamasi lahan pascatambang, yang pada tahun 2024 diklaim berkontribusi terhadap penyerapan karbon sebesar 273.419 ton COe berdasarkan perhitungan perusahaan.
Transparansi dan Pemberdayaan Masyarakat
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas data lingkungan, MHU mengikuti standar ISO 14064-1 dan pedoman dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Kinerja lingkungan perusahaan juga dilaporkan melalui program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain fokus pada lingkungan, MHU juga melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar area operasional. Salah satu program unggulan adalah pengembangan BUMDes Payang Sejahtera yang telah berjalan sejak tahun 2017. Melalui program ini, omzet usaha meningkat dari Rp4,6 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada tahun 2023.
Program tersebut juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,27. MHU juga membangun fasilitas penyediaan air bersih dengan memanfaatkan void pascatambang dan teknologi Pompa Hydram di Desa Sungai Payang. Infrastruktur ini, yang memiliki jaringan distribusi lebih dari 3,6 kilometer, telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga.
Di sektor ekonomi produktif, perusahaan mengembangkan Rumah Cokelat Lung Anai untuk mendorong hilirisasi komoditas kakao, yang berhasil meningkatkan pendapatan lebih dari 100 petani hingga lima kali lipat. Berbagai pencapaian ini juga mengantarkan MHU meraih Excellence & Distinction Awards dalam kategori Distinction in ESG Disclosure pada ajang Investortrust ESG Awards 2026 di Jakarta.
Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan program pemberdayaan masyarakat. "Keberlanjutan harus tercermin dalam kinerja nyata sekaligus disampaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berupaya memastikan bahwa inisiatif yang dijalankan memberikan dampak yang terukur, baik dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, maupun penguatan kemandirian masyarakat," ungkap Kemal.
Selain itu, MHU juga meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026.