Fakta Nasional

Menko Infrastruktur Tinjau Jembatan Kemang Pratama yang Diperbaiki di Bekasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan peninjauan terhadap pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi yang terputus a...

F
Fidzu Ardaf
30 October 2026
6 pembaca
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)

Kota Bekasi, IDN Times - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama pada hari Jumat, 30 Oktober 2026. Jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir besar yang terjadi pada Maret 2025 dan kini dibangun kembali dengan anggaran sekitar Rp60,4 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Desain Baru untuk Keamanan yang Lebih Baik

AHY menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini mengusung desain konstruksi yang baru untuk meningkatkan daya tahan dan keamanan. Salah satu perubahan signifikan adalah penghapusan pilar di tengah sungai. "Setelah kejadian itu, saya meminta kita semua duduk bersama untuk segera merencanakan perbaikannya. Alhamdulillah, jembatan ini sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru," ungkap AHY.

Desain tanpa pilar di tengah sungai diharapkan dapat mengurangi risiko penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air saat debit sungai meningkat. Jembatan baru ini memiliki panjang sekitar 80 meter dan ketinggian yang disesuaikan untuk memberikan ruang bebas terhadap permukaan air pada saat kondisi tertinggi.

Pengujian dan Pentingnya Penanganan Lingkungan

Dari segi teknis, AHY menyampaikan bahwa jembatan ini dirancang untuk menampung beban sekitar 1 ton per meter persegi. "Jembatan juga telah diuji menggunakan kendaraan besar, termasuk truk, untuk memastikan kekuatan dan keamanannya," jelasnya. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, AHY juga menekankan pentingnya penanganan banjir di wilayah hilir, termasuk Kota Bekasi, yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan di hulu, seperti di Bogor.

Dia menegaskan bahwa kerusakan tata ruang, berkurangnya daerah resapan air, serta penumpukan sampah di sungai dapat berdampak negatif pada masyarakat di wilayah hilir. "Apapun yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu," tegasnya.

AHY juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang. “Sungai-sungai kita harus dimuliakan, harus bersih dari sampah, dan harus kita jaga. Sungai seharusnya menjadi karunia yang membantu kita untuk terus hidup dan produktif,” jelasnya.

Di sisi lain, Sigit Raditya, Staf Khusus Menko Infrastruktur yang juga merupakan warga Bekasi, menilai bahwa putusnya jembatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari akses ke pasar, sekolah, hingga tempat kerja. "Hadirnya kembali Jembatan Kemang Pratama dengan desain yang lebih kokoh dan aman adalah jawaban atas kebutuhan warga. Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar manfaat jembatan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Artikel Terkait