Fakta Ekonomi

Peluang Investasi Indonesia di Tengah Tren China+1

Indonesia dianggap memiliki potensi besar untuk menarik investasi dari perusahaan-perusahaan China yang sedang memperluas jangkauan global melalui strategi China+1. Hal ini membuka peluang bagi berbag...

D
Dila Rakasiwi
03 July 2026
74 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Indonesia dipandang memiliki kesempatan signifikan untuk menarik investasi dari perusahaan-perusahaan asal China yang tengah mengembangkan ekspansi global dengan pendekatan China+1. Tren ini mendorong banyak perusahaan untuk mencari lokasi produksi dan pusat operasional baru di luar negeri, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Pertimbangan Perusahaan China

Farazia, Country Head JLL Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan China dalam mengembangkan bisnis mereka. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai jenis aset properti komersial, seperti kawasan industri, fasilitas logistik, dan ruang perkantoran. "Tren China+1 terus membuka peluang pertumbuhan bagi Indonesia. Kami melihat semakin banyak perusahaan Tiongkok yang mempertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat operasional regional, sehingga mendorong permintaan terhadap berbagai aset properti komersial, mulai dari kawasan industri dan fasilitas logistik hingga ruang perkantoran," ungkap Farazia dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Farazia, perusahaan-perusahaan asal China kini semakin menyadari bahwa untuk berhasil dalam ekspansi internasional, mereka tidak hanya dapat mengandalkan peluang pasar. Keberhasilan tersebut juga bergantung pada strategi yang terencana, dukungan dari mitra lokal, serta pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik pasar di negara yang dituju.

Tantangan dalam Ekspansi Internasional

Temuan ini sejalan dengan hasil riset terbaru JLL yang berjudul "Thriving Beyond: Corporate Real Estate Strategies for Chinese Companies Going Global." Berdasarkan survei tersebut, 97 persen perusahaan China menganggap ekspansi ke luar negeri sebagai bagian penting dari strategi bisnis mereka. Namun, penelitian itu juga menunjukkan bahwa banyak perusahaan menghadapi berbagai tantangan saat memasuki pasar internasional. Sebanyak 82 persen responden mengaku mengalami kesulitan yang tidak terduga dalam memilih lokasi usaha di luar negeri, yang menyebabkan hampir dua pertiga perusahaan mengalami keterlambatan proyek dan lebih dari separuhnya menghadapi pembengkakan biaya.

Co-Chief Executive Officer Greater China JLL, Anny Zhang, menekankan bahwa pengelolaan properti komersial kini menjadi aspek penting dalam mendukung daya saing perusahaan yang melakukan ekspansi global. Menurutnya, keputusan terkait pemilihan lokasi, pengelolaan aset, dan koordinasi lintas negara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ekspansi internasional. "Peran strategis corporate real estate kini semakin nyata. Keputusan terkait strategi lokasi, pengelolaan aset, perencanaan tempat kerja, hingga koordinasi lintas negara menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan ekspansi internasional dan daya saing global perusahaan-perusahaan Tiongkok," jelas Zhang.

Selain itu, Daniel Yao, Head of Research China JLL, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan China saat berekspansi adalah kurangnya pemahaman tentang karakteristik pasar properti di negara tujuan. Situasi ini seringkali menyulitkan perusahaan dalam menentukan lokasi usaha, memahami regulasi, dan bernegosiasi dengan pemilik properti lokal. Menyikapi tantangan ini, semakin banyak perusahaan yang mulai mengadopsi pendekatan yang lebih profesional dalam mengelola kebutuhan properti komersial di luar negeri.

Riset JLL mencatat bahwa sekitar tiga perempat responden berencana untuk membangun proses pemilihan lokasi internasional yang lebih terstandarisasi, sementara hampir separuh dari mereka akan memanfaatkan jasa konsultan properti profesional dalam dua tahun mendatang. Farazia menambahkan bahwa meningkatnya minat perusahaan China untuk berekspansi ke Indonesia merupakan peluang yang harus direspons dengan kesiapan ekosistem investasi, termasuk penyediaan kawasan industri, fasilitas logistik, dan ruang perkantoran yang dapat mendukung kebutuhan investor secara berkelanjutan.

"Seiring meningkatnya kompleksitas operasional lintas negara, keberhasilan ekspansi tidak lagi cukup hanya dengan melihat peluang pasar, tetapi juga membutuhkan dukungan mitra yang tepat serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pasar lokal guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan," tutup Farazia.

Artikel Terkait