Fakta Nasional

Penyelidikan Kasus Kematian Mahasiswi Unhas yang Diduga Melompat dari Gedung FT

Polisi masih menyelidiki kematian mahasiswi Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin yang ditemukan tewas di area parkir kampus. Berbagai fakta terkait kejadian ini tengah dikumpulkan.

N
Narayana Putra
20 May 2026
36 pembaca
Ilustrasi tempat kejadian perkara. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock).
Ilustrasi tempat kejadian perkara. (Foto: Ilustrasi/Thinkstock).

Gowa - Penyidik dari Polres Gowa saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kematian seorang mahasiswi semester akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berinisial PJT (19). Korban ditemukan meninggal di area parkir kampus pada Senin malam, 18 Mei 2026.

Kepala Unit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta terkait kejadian tersebut. "Kami masih melakukan langkah-langkah penyelidikan dan masih mencari fakta-fakta terkait kematian yang bersangkutan," ujarnya.

Temuan di Lokasi Kejadian

Korban ditemukan tergeletak dalam posisi telungkup di halaman parkir Kampus Teknik Unhas yang terletak di Jalan Malino, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sekitar pukul 20.00 WITA. Penemuan tersebut dilaporkan oleh petugas keamanan kampus ke Polsek Bontomarannu dan diteruskan ke Polres Gowa.

Setelah menerima laporan, petugas polisi langsung melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Mereka juga mencari bukti-bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban. Di lokasi ditemukan barang-barang yang diidentifikasi milik korban, seperti sepeda motor dan kacamata, serta benda tumpul. Selain itu, di atap gedung juga ditemukan tas korban yang berisi laptop, sepatu, ponsel, identitas, dan barang berharga lainnya.

Proses Identifikasi dan Dugaan Penyebab Kematian

Setelah ditemukan, korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Mengenai dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung atau adanya kemungkinan tindak pidana penganiayaan yang mengarah pada pembunuhan, Alfian menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memvalidasi hal tersebut.

"Jelasnya, kami tidak bisa menyimpulkan korban melompat atau bagaimana, karena saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman. Kami juga belum mengetahui hasilnya luka seperti apa. Kami masih menunggu hasil visum dari tim forensik," jelasnya.

Artikel Terkait