Louise Brown dilahirkan pada 25 Juli 1978 melalui prosedur operasi caesar di Oldham, Inggris. Ia dikenal sebagai bayi pertama yang lahir dari teknik IVF yang berhasil, mengakhiri penantian selama sembilan tahun bagi orang tuanya, Lesley dan John Brown. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara Patrick Steptoe, Robert Edwards, dan Jean Purdy, di mana Purdy memiliki peran penting dalam kegiatan laboratorium, perawatan pasien, serta pencatatan penelitian.
Sejarah Kelahiran yang Mengubah Dunia
Kelahiran Louise tampak biasa saja, namun bagi orang tuanya, itu adalah momen yang sangat berarti. Lesley mengalami masalah kesehatan berupa sumbatan pada kedua tuba falopinya, yang menghalangi pertemuan antara sel telur dan sperma secara alami. Untuk mengatasi hal ini, dokter mengambil sel telur dari Lesley, membuahinya dengan sperma di laboratorium melalui teknik IVF, dan kemudian memindahkan embrio yang terbentuk ke dalam rahimnya. Kehamilan tersebut berjalan lancar, dan Louise lahir sebagai bayi pertama di dunia yang lahir melalui IVF dan berhasil bertahan hidup. Kini, ia berusia 48 tahun.
Proses Panjang Menuju Kelahiran Louise
Kelahiran bersejarah ini merupakan hasil dari bertahun-tahun penelitian dan banyak percobaan yang belum membuahkan hasil. Catatan tim yang ditelaah menunjukkan bahwa setidaknya 282 perempuan terlibat dalam 495 siklus pengambilan sel telur antara tahun 1969 hingga 1978. Selama periode tersebut, terdapat 112 transfer embrio, lima kehamilan klinis, dan dua kelahiran hidup. Kehamilan klinis pertama yang terjadi pada tahun 1975 berujung pada kehamilan ektopik, di mana embrio berkembang di luar rahim.
Di balik kesuksesan ini, terdapat kontribusi signifikan dari tiga orang dengan keahlian berbeda. Patrick Steptoe, seorang dokter kandungan dan ahli bedah, bertanggung jawab atas pengambilan sel telur melalui laparoskopi. Robert Edwards, seorang fisiolog, mengembangkan penelitian tentang pembuahan di luar tubuh dan pemeliharaan embrio di laboratorium. Sementara itu, Jean Purdy, seorang perawat yang juga berperan sebagai embriolog, mengatur perlengkapan laboratorium, menyiapkan media kultur, membantu perawatan pasien, dan mencatat hasil penelitian. Purdy memiliki peran yang sangat penting meskipun kontribusinya sering kali kurang diakui.
Pada siklus yang menghasilkan kelahiran Louise, tim memanfaatkan siklus alami Lesley tanpa menggunakan obat untuk merangsang ovarium. Sel telur diambil pada 10 November 1977, dan dua hari kemudian, embrio yang telah berkembang menjadi delapan sel dipindahkan ke rahim Lesley. Louise lahir lebih dari delapan bulan setelahnya. Laporan mengenai kelahiran ini diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada Agustus 1978.
Keberhasilan ini kemudian membuka jalan bagi IVF untuk diterapkan secara klinis. Pada tahun 1980, Steptoe, Edwards, dan Purdy mendirikan Bourn Hall, yang dikenal sebagai klinik IVF pertama. Sejak kelahiran Louise, teknologi reproduksi berbantu telah memberikan harapan baru bagi banyak keluarga yang menghadapi masalah infertilitas.
Sebuah analisis yang dipublikasikan pada tahun 2025 memperkirakan bahwa antara tahun 1978 hingga 2018, sekitar 9.829.668 hingga 13.019.331 bayi lahir melalui teknologi reproduksi berbantu di seluruh dunia, termasuk metode selain IVF. Kelahiran Louise membuktikan bahwa pembuahan di laboratorium dapat menghasilkan kelahiran hidup, menjadikan IVF sebagai salah satu pilihan medis bagi keluarga yang mengalami kesulitan untuk hamil.