Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Bagi Veronika Reni, nasabah PNM Mekaar pertama di Kampung Wae Moto, tema ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan merupakan prinsip yang ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak bergabung dengan PNM Mekaar pada tahun 2020, Veronika, yang menghidupi keluarganya dari hasil kebun sayur, terus berusaha meyakini bahwa jika ia tetap berjuang, anaknya, Citra, tidak perlu mengalami kesulitan yang sama.
Saat ini, Citra duduk di kelas 6 SD Inpres Wae Moto dan telah meraih peringkat pertama di kelasnya selama lima tahun berturut-turut. Bagi Veronika, setiap rapor yang dibawa pulang oleh Citra adalah bukti dari kerja kerasnya yang tidak sia-sia. Sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, Veronika merasakan tantangan sebagai salah satu perempuan di daerah terpencil di Indonesia yang ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, namun terhambat oleh keterbatasan modal.
Langkah Awal Menuju Perubahan
Ketika PNM Mekaar pertama kali hadir di Kampung Wae Moto, Veronika adalah nasabah pertama yang mendaftar. Keputusan ini diambil bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan Citra. "Yang penting anak saya bisa sekolah dengan baik, punya masa depan yang lebih baik dari saya," ungkap Veronika.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha nasabah berkembang, tetapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ia menyatakan bahwa PNM percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. "Melalui pendampingan yang kami berikan, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka," kata Kindaris dalam keterangannya pada 24 Juli 2026.
Pemberian Beasiswa untuk Masa Depan
Komitmen ini diwujudkan melalui program PNM Scholarship 2026, di mana sebanyak 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM menerima beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Ini merupakan langkah untuk memastikan bahwa pemberdayaan PNM tidak hanya berhenti pada ibu-ibu yang berjualan sayur, tetapi juga menjangkau anak-anak seperti Citra yang memiliki impian lebih besar dari generasi sebelumnya.
Citra juga termasuk salah satu penerima beasiswa dari PNM, sehingga satu beban Veronika mulai bisa terlepas. Kisah Veronika dan Citra mencerminkan banyak rumah tangga prasejahtera di seluruh Indonesia, di mana para ibu memilih untuk tidak menyerah, dan anak-anak mereka tumbuh sebagai bukti dari pilihan tersebut. Di momentum Hari Anak Nasional 2026, PNM meyakini bahwa mendukung perempuan prasejahtera berarti juga mendukung masa depan anak-anak mereka. Ketika seorang ibu memiliki akses, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang, anak-anaknya pun mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk bermimpi, belajar, dan meraih kehidupan yang lebih baik.
Citra berhak untuk bercita-cita setinggi mungkin, karena di Kampung Wae Moto ada seorang ibu yang setiap harinya bekerja keras di kebun, memastikan bahwa mimpi tersebut memiliki ruang untuk tumbuh.