Tuesday, 05 May 2026
Fakta Nasional

Polisi Ungkap Motif Menantu yang Merencanakan Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Polisi telah menangkap menantu berinisial AF yang terlibat dalam pembunuhan Dumaris Deniwati Boru Sitio, seorang lansia berusia 60 tahun, di Pekanbaru, Riau, dengan motif sakit hati dan niat mengambil...

E
Eko Prasetyo
03 May 2026 6 pembaca
Polisi Ungkap Motif Menantu yang Merencanakan Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Jakarta - Polisi telah menangkap menantu berinisial AF beserta kelompoknya yang terlibat dalam pembunuhan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau. Penangkapan ini dilakukan setelah pihak kepolisian mengungkap bahwa AF melakukan tindakan tersebut karena sakit hati.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta menjelaskan, "Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi. Ini pengakuan tersangka." Selain itu, terdapat motif lain yang berkaitan dengan ekonomi, di mana pelaku ingin menguasai barang-barang berharga milik korban.

Polisi telah mengenakan pasal berlapis kepada tersangka, termasuk pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. "Pasal 459 dan/atau 458 ayat 3 dan/atau Pasal 479 dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun," tambah Muharman.

Empat pelaku dalam kasus pembunuhan ini ditangkap pada 30 April dan 1 Mei 2026. AF, yang diduga sebagai otak dari tindakan ini, merupakan menantu korban. "AF dan SL diamankan di Aceh Tengah. Besoknya, tanggal 1, dua orang sisanya atas nama E alias I dan L diamankan di Binjai," jelas Muharman.

Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah. Rekaman CCTV menunjukkan jejak para pelaku, di mana salah satunya adalah wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.

Detik-detik pembunuhan juga terekam jelas di kamera CCTV. Para pelaku datang menggunakan mobil hitam, di mana seorang wanita berkaus hitam yang diduga menantu korban, AF, masuk ke halaman rumah, diikuti oleh wanita lain yang mengenakan jaket hoodie biru. Tidak lama setelah itu, dua pria menyusul.

Korban kemudian keluar dari dalam kamar dan membuka pintu untuk menyambut kedatangan mereka. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban. Namun, situasi berubah menjadi berbahaya ketika seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok dan memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.

Kejadian ini menunjukkan betapa kompleksnya motif di balik tindakan kriminal tersebut. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap semua detail terkait kasus ini.

// Artikel Terkait