Fakta Politik

Prabowo Mengungkap Alasan Sering Diingatkan untuk Berpidato Sesuai Teks

Presiden Prabowo Subianto mengakui sering diingatkan oleh stafnya untuk berpidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan. Dalam pidato di HUT ke-25 Partai Demokrat, ia menjelaskan alasannya terkadang...

W
Wira Yudha
10 September 2026
17 pembaca
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. (dok. Partai Demokrat)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. (dok. Partai Demokrat)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa ia sering mendapat pengingat dari stafnya untuk berpidato sesuai dengan naskah yang telah disiapkan. Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan pidato pada acara puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu malam, 9 September.

Prabowo menjelaskan bahwa alasan stafnya sering mengingatkan agar ia mengikuti teks adalah karena naskah tersebut dirasa sangat baik. Namun, ia juga menyatakan bahwa terkadang ia memilih untuk berbicara di luar teks karena sudah merangkum inti dari naskah yang disiapkan. "Saudara-saudara sekalian, memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks'," ungkap Prabowo.

Kesempurnaan Teks Pidato

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memuji kualitas teks pidato yang disiapkan, yang dilengkapi dengan berbagai paparan dan infografis yang mendukung. Ia bahkan memperlihatkan naskah tersebut kepada para hadirin sambil mengatakan, "Paparannya baik sekali, grafiknya banyak sekali." Meskipun demikian, Prabowo lebih memilih untuk merangkum esensi dari pidatonya, berharap agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian.

"Mudah-mudahan saya tidak salah bicara. Tapi sebetulnya kalau manusia kalau bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," tambahnya.

Pentingnya Persatuan dalam Demokrasi

Di dalam pidato tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan persahabatan dalam konteks demokrasi, meskipun terdapat perbedaan pandangan, persaingan, dan kritik. Ia menegaskan bahwa demokrasi memberikan ruang bagi setiap individu untuk memiliki pandangan yang berbeda. "Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna. Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi," jelas Prabowo.

Ia juga menyinggung perjalanan politik Partai Demokrat, yang pernah mengalami masa kemenangan dan kekalahan. Prabowo mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang tetap menjaga prinsip demokrasi meskipun tidak berada dalam kekuasaan. "Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Partai Demokrat selama Pemilu 2019 dan 2024, yang menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun Indonesia. "Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," tutup Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra.

Artikel Terkait