Monday, 04 May 2026
Fakta Ekonomi

Rupiah Tertekan di Rp 17.349 per Dolar AS, Dampak Sentimen The Fed

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan menjadi Rp 17.349 per dolar AS pada Kamis pagi, dipengaruhi oleh sentimen pasar menjelang pertemuan The Fed.

N
Naufal Akbar
30 April 2026 12 pembaca
Rupiah Tertekan di Rp 17.349 per Dolar AS, Dampak Sentimen The Fed

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi mengalami penurunan sebesar 23 poin atau 0,13 persen, menjadi Rp 17.349 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 17.326 per dolar AS. Penurunan ini terjadi seiring dengan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh posisi investor menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyatakan bahwa melemahnya rupiah terhadap mata uang global utama terlihat dalam sesi perdagangan sebelumnya. Ia menambahkan bahwa sentimen kehati-hatian juga tercermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN).

Pada pertemuan FOMC bulan April 2026, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 3,50–3,75 persen. Keputusan ini diwarnai oleh empat suara dissenting, di mana Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points, sedangkan tiga anggota lainnya menolak adanya sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi.

The Fed juga menyampaikan bahwa mereka akan terus memantau dampak ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Menurut Josua, pasar menilai pernyataan tersebut lebih hawkish, yang berkontribusi pada kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan US Dollar Index pada hari sebelumnya.

Dengan perkembangan ini, pelaku pasar akan terus memantau situasi dan reaksi pasar terhadap kebijakan yang diambil oleh The Fed di masa mendatang.

// Artikel Terkait