Fakta Pendidikan

TKA 2026: Apakah Menjadi Penentu Kelulusan Siswa?

Sebanyak 3.864.195 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mendaftar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa TKA tidak berfungsi sebaga...

D
Dila Rakasiwi
27 October 2026
6 pembaca
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kedua dari kiri) pada peninjauan TKA di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Banten. Foto: Dok Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kedua dari kiri) pada peninjauan TKA di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Banten. Foto: Dok Kemendikdasmen

Jakarta - Tahun ini, sebanyak 3.864.195 siswa dari SMA, MA, dan lembaga pendidikan setara lainnya telah mendaftar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana jumlah peserta TKA mencapai 3,4 juta siswa. Beberapa orang tua mengungkapkan bahwa terdapat kesan bahwa anak-anak mereka didorong untuk mengikuti tes ini, sementara banyak siswa di media sosial mengungkapkan rasa cemas mereka dalam persiapan menghadapi TKA. Beberapa dari mereka bahkan mengikuti les tambahan untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam tes.

TKA Sebagai Alat Evaluasi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Menurutnya, TKA berfungsi sebagai alat untuk memetakan kemampuan akademik dan memberikan bahan evaluasi bagi proses pembelajaran. "Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan," ungkap Abdul Mu'ti saat mengunjungi pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (26/10).

Mu'ti menambahkan bahwa TKA juga bukan akhir dari proses belajar siswa. Pelaksanaan TKA di tengah tahun ajaran memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki kemampuan mereka sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA. Hasil dari TKA diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. "Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi," jelasnya.

Manfaat TKA bagi Siswa dan Guru

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BKPDM Kemendikdasmen, Rahmawati, menyatakan bahwa hasil TKA dapat membantu siswa dalam memetakan minat dan bakat mereka di jalur akademik serta merencanakan karier di masa depan. "TKA ini kan Tes Kemampuan Akademik ya, artinya kalau dia berhasil di situ, sukses di situ; minatnya, bakatnya mungkin di jalur akademik," jelasnya.

Ia mencontohkan, jika seorang siswa yang ingin masuk ke program studi perguruan tinggi yang sangat kompetitif mendapatkan nilai TKA di bawah rata-rata, maka siswa tersebut dapat mengevaluasi kembali cita-citanya atau justru semakin termotivasi untuk berusaha lebih keras. Di sisi lain, guru juga dapat memanfaatkan hasil TKA untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi siswa. Hasil tersebut dapat membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Jika semua siswa mengikuti TKA, Rahmawati menambahkan, hasil tes tersebut dapat digunakan oleh guru di jenjang pendidikan berikutnya sebagai acuan untuk memetakan capaian akademik siswa baru. Dengan demikian, strategi pembelajaran di jenjang SMP dapat disusun berdasarkan hasil TKA yang diperoleh siswa dari tingkat SD.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait