Kecelakaan fatal terjadi di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sore, 1 November. Seorang pengendara motor bernama FN mengisahkan pengalaman menegangkan saat insiden yang melibatkan truk molen tersebut berlangsung.
FN menjelaskan bahwa ia sedang berkendara bersama kekasihnya ketika kecelakaan itu terjadi. Ia berada di samping truk molen yang kemudian terlibat dalam kecelakaan. "Truk bukan langsung di kiri. Truknya dari kanan, ada di kanan saya, saya di kirinya. Kebetulan saya sejajar," ungkap FN saat dihubungi.
Suara Mencurigakan Sebelum Tabrakan
FN mengaku mendengar suara aneh dari truk molen yang seolah menunjukkan adanya masalah pada rem. "Seperti suara kayak suara angin gitu loh, yang saya ketahui adalah saya kira, ini memprediksi saya aja ya, seperti rem. Cuma di situ saya kenapa saya sempat berpikir bahwasanya 'Oh, saya ngerem dulu' karena itu menurut saya suaranya nggak normal, saya ambil jarak aman," jelasnya.
Tidak lama setelah itu, truk molen tersebut berbelok ke kiri dengan kecepatan tinggi dan menabrak kerumunan orang di dekat perhentian bus. "Truk itu langsung ambil kiri dengan cepat, awalnya dia dari kanan kan langsung banting setir ke kiri. Cuma yang saya kira itu, (truk) itu ngambil kiri. Tapi, yang saya lihat itu, nggak mau berhenti, malah kencang," ucap FN.
Kondisi Korban yang Mengenaskan
FN menyaksikan beberapa korban yang mengalami luka parah setelah kecelakaan tersebut, termasuk anak-anak. "Nah di situ saya lihat ada beberapa korban, maaf ya, badannya ada yang terpisah, ada yang utuh. Anak kecil ini ada beberapa yang selamat," katanya.
FN mengaku sangat terkejut dan merasa syok saat melihat kejadian tersebut. Ia segera menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan. "Pas saat kejadian itu, saya nge-freeze. Karena apa? Ya, saya berpikir, alhamdulillah, maksudnya kalau sudah menyalip, kalau saya tadi nggak ngerem, saya yang jadi korban, begitu. Di situ saya benar-benar syok, berat. Ya benar-benar gemeterlah," tambahnya.
Kecelakaan tragis ini mengakibatkan 12 orang menjadi korban, dengan enam di antaranya meninggal dunia. Para korban yang meninggal adalah anak-anak dan orang dewasa yang dibawa ke berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi.
Daftar korban meninggal mencakup: 1. Adisa, anak, di RS Siloam Sepanjang Jaya 2. Siti Habiah di RSUD Kota Bekasi 3. Adiaha Raiqa Syafia, anak, di RSUD Kota Bekasi 4. Siti Nur Latifah di RSUD Kota Bekasi 5. Muhamad Ferdiansa di RSUD Kota Bekasi 6. Soemiyati di RSUD Kota Bekasi.
Sementara itu, korban luka-luka termasuk anak-anak dan dewasa yang dirawat di beberapa rumah sakit di wilayah tersebut.
Polisi berjanji akan menyelidiki kecelakaan ini secara menyeluruh untuk menemukan penyebab pasti dari insiden yang merenggut banyak nyawa ini.