Fakta Ekonomi

Transformasi Pandangan Masyarakat Kampung Terhadap Perempuan Melalui PNM

Ainun, seorang Account Officer PNM Mekaar di Bulukumba, Sulawesi Selatan, berjuang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap perempuan dan membuktikan bahwa pendidikan dapat membuka peluang baru...

S
Stevani Nila Wardana
16 July 2026
46 pembaca
Foto: PNM
Foto: PNM

Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, seorang wanita bernama Nuraenun, yang lebih dikenal sebagai Ainun, berperan sebagai Account Officer PNM Mekaar. Setiap harinya, ia mendampingi para pengusaha ultra mikro yang menjadi nasabah PNM Mekaar. Ainun merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara yang tumbuh di lingkungan dengan pandangan tradisional mengenai masa depan perempuan. Banyak yang beranggapan bahwa setelah lulus SMA, langkah terbaik adalah menikah. "Di kampung saya, orang bilang ijazah SMA ujung-ujungnya di KUA," kenangnya.

Namun, Ainun memiliki impian yang berbeda. Ia ingin bekerja, mandiri, dan membantu keluarganya. Kesempatan itu muncul pada awal tahun 2023 ketika ia melihat brosur rekrutmen PNM Mekaar yang dibagikan di grup WhatsApp alumni sekolahnya. Tanpa banyak harapan, ia pun mendaftar dan beberapa hari kemudian dipanggil untuk mengikuti pelatihan.

Perjuangan Menuju Kesempatan

Perjalanan Ainun tidaklah mudah. Karena tidak memiliki kendaraan, ibunya meminjam motor tetangga untuk mengantarnya ke tempat pelatihan. Dalam perjalanan, Ainun mendengar ibunya berpesan kepada tante untuk menjaga dirinya, karena ia lebih memilih bekerja, sementara keluarga telah merencanakan pernikahannya. Di sisi lain, ayahnya sedang sakit dan kondisi ekonomi keluarga juga sulit. Kalimat itu menjadi titik balik bagi Ainun, menyadarkannya bahwa langkahnya bukan hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi juga membawa harapan bagi keluarganya.

Sejak resmi bergabung dengan PNM pada 23 Maret 2023, Ainun tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ruang untuk tumbuh dan belajar menghadapi tantangan. Ia menghabiskan hari-harinya mendampingi kelompok nasabah PNM Mekaar, bertemu dengan para ibu pelaku usaha, dan menyaksikan semangat mereka untuk bangkit.

Mewujudkan Mimpi dan Mengubah Pandangan

Setelah tiga tahun berlalu, Ainun kini dapat membantu biaya pengobatan ayahnya yang menjalani kemoterapi secara rutin. Bagi Ainun, pencapaian terbesar bukanlah dari segi penghasilan, melainkan perubahan cara pandang masyarakat di kampungnya. Ijazah SMA yang dulunya dianggap hanya berujung di KUA, kini menjadi awal perjalanan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi banyak orang. "Dari nasabah, saya belajar bahwa sedikit atau banyak rezeki harus tetap disyukuri karena semua sudah diatur sesuai porsinya," ungkap Ainun.

Ainun adalah salah satu dari lebih dari 43 ribu Account Officer PNM yang setiap hari mendampingi jutaan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Kisahnya menunjukkan bahwa pemberdayaan di PNM tidak hanya membuka peluang bagi nasabah untuk berkembang, tetapi juga memberikan ruang bagi pendamping seperti Ainun untuk mewujudkan mimpi yang hampir terhenti sebelum dimulai.

Artikel Terkait