Fakta Nasional

Trump Nyatakan Tak Perlu Bantuan China untuk Selesaikan Konflik dengan Iran

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa ia tidak memerlukan dukungan dari China untuk mengakhiri ketegangan dengan Iran, meskipun akan berdiskusi dengan Presiden Xi Jinping.

N
Narayana Putra
13 May 2026
23 pembaca
Donald Trump (Foto: Getty Images/Roberto Schmidt)
Donald Trump (Foto: Getty Images/Roberto Schmidt)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa ia tidak memerlukan bantuan dari China untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dengan Iran. Meskipun demikian, Trump menyatakan akan mengadakan pembicaraan mendalam dengan Presiden China, Xi Jinping, saat mereka bertemu minggu ini.

Menurut laporan AFP pada Rabu (13/5/2026), Trump mengungkapkan kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke Beijing, "kita akan berbicara panjang lebar tentang hal itu." China diketahui sebagai mitra ekonomi utama bagi Iran, yang membeli sebagian besar hasil produksi minyak negara tersebut dan juga berperan sebagai pendukung diplomatik yang signifikan.

Ketegangan yang Terjadi

Walaupun demikian, Trump menekankan bahwa ia tidak memerlukan bantuan Xi untuk menemukan solusi dari konflik yang telah berlangsung selama dua setengah bulan, yang dimulai dengan serangan besar-besaran oleh AS dan Israel, dan berujung pada kebuntuan terkait kendali jalur pelayaran di Selat Hormuz. "Kita punya banyak hal untuk dibahas. Sejujurnya, saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kita sudah mengendalikan Iran dengan sangat baik," ungkap Trump.

Lebih lanjut, Trump menambahkan, "Kita akan membuat kesepakatan atau mereka akan dihancurkan." Di tengah laporan mengenai bantuan China dalam mempersenjatai Iran dan pembelian minyak yang dikenakan sanksi, Trump menyebut Xi sebagai "relatif baik." Ia menjelaskan, "Mereka mendapatkan banyak minyak dari daerah itu. Kami tidak punya masalah. Dan dia adalah teman saya. Dia adalah seseorang yang akrab dengan kami."

Hubungan AS dan China

Dalam konteks ini, hubungan antara AS dan China tetap menjadi sorotan, terutama terkait dengan peran masing-masing negara dalam dinamika global dan regional. Trump tampaknya ingin menegaskan bahwa meskipun ada ketegangan, dialog tetap penting untuk menyelesaikan isu-isu yang ada.

Artikel Terkait