Monday, 04 May 2026
Fakta Kesehatan

Tujuh Jemaah Haji Indonesia Meninggal, Penyakit Jantung dan Pneumonia Menjadi Penyebab Utama

Sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia meninggal dunia pada hari ke-13 operasional haji 2026, dengan serangan jantung dan pneumonia sebagai penyebab utama.

U
Ulam Kirana
03 May 2026 4 pembaca
Tujuh Jemaah Haji Indonesia Meninggal, Penyakit Jantung dan Pneumonia Menjadi Penyebab Utama

Hingga hari ke-13 operasional haji 2026, tujuh jemaah haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia. Penyebab kematian yang paling umum adalah serangan jantung dan pneumonia, terutama di tengah meningkatnya aktivitas ibadah serta suhu yang tinggi di Tanah Suci.

Data dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI per Sabtu, 2 Mei 2026, menunjukkan bahwa layanan kesehatan semakin diperkuat seiring dengan bertambahnya jumlah jemaah. Secara keseluruhan, 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan, 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dengan 59 di antaranya masih dalam perawatan.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa operasional haji tetap berjalan dengan baik meskipun tantangan kesehatan mulai meningkat. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan, termasuk lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta. Maria juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Di Madinah, penyakit yang banyak muncul antara lain hipertensi, infeksi saluran pernapasan atas, dan nyeri otot. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mencatat 736 kasus hipertensi primer, 493 kasus flu, dan 331 kasus myalgia dari total ribuan layanan kesehatan yang diberikan.

Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah, dr. Enny Nuryanti, mengingatkan agar jemaah mengatur aktivitas mereka untuk menghindari kelelahan menjelang puncak ibadah. Ia menambahkan bahwa banyak kasus rawat inap di rumah sakit Arab Saudi disebabkan oleh pneumonia, yang meningkatkan risiko kematian.

Mobilisasi jemaah terus berlangsung, dengan 192 kloter berisi 74.652 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah telah tiba di Madinah, dan 36 kloter dengan 14.503 jemaah sudah berada di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Pemerintah juga menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat selama 24 jam di Makkah untuk mendukung mobilitas jemaah. Sebanyak 452 armada, termasuk bus ramah lansia dan disabilitas, dioperasikan di 21 rute berbeda.

Di tengah situasi ini, petugas terus melakukan pengawasan dan pendampingan di seluruh titik layanan untuk menjaga keselamatan jemaah. Pemerintah memastikan bahwa seluruh jemaah yang meninggal dunia akan mendapatkan hak badal haji dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Maria menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan layanan haji yang aman, nyaman, dan profesional, serta mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas.

// Artikel Terkait