Fakta Ekonomi

Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Proyeksi menunjukkan Vietnam akan melampaui Indonesia dalam PDB per kapita pada 2026, menandakan tantangan bagi ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

F
Fidzu Ardaf
31 October 2026
4 pembaca
Indonesia terancam kehilangan keunggulan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Vietnam diproyeksikan bakal menyalip Indonesia dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
Indonesia terancam kehilangan keunggulan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Vietnam diproyeksikan bakal menyalip Indonesia dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]

Indonesia menghadapi ancaman dalam mempertahankan posisi ekonomi unggul di Asia Tenggara. Vietnam diperkirakan akan melampaui Indonesia dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita pada tahun 2026, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai tertinggal dari negara pesaing di kawasan tersebut.

Menurut laporan dari Nikkei Asia yang mengacu pada proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), PDB nominal per kapita Vietnam diperkirakan mencapai US$5.259 pada tahun 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia yang diproyeksikan hanya mencapai US$5.153. Proyeksi ini menjadi sinyal peringatan bagi Indonesia, mengingat sebelumnya Vietnam berada di bawah Indonesia dalam indikator tersebut.

Tantangan Pertumbuhan Ekonomi

Revisi proyeksi terbaru menunjukkan Vietnam semakin agresif dalam mengejar ketertinggalan. PDB per kapita negara tersebut diperkirakan tumbuh 8,9% tahun ini, sedangkan Indonesia hanya mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih terbatas. Kesenjangan pertumbuhan kedua negara juga terlihat dari proyeksi ekonomi secara keseluruhan, di mana IMF memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 8,4% pada tahun 2026, jauh di atas Indonesia yang hanya diproyeksikan tumbuh 5,1%.

Kondisi ini menunjukkan tantangan bagi Indonesia dalam mempertahankan daya saing ekonominya di tengah persaingan untuk menarik investasi asing. Vietnam semakin menarik bagi sektor industri manufaktur berteknologi tinggi, seperti semikonduktor dan perangkat elektronik. Beberapa perusahaan global, termasuk Foxconn dan Samsung, telah memperluas operasi produksinya di negara tersebut.

Investasi dan Infrastruktur

Pemerintah Vietnam juga melakukan investasi besar dalam pembangunan infrastruktur. Belanja investasi publik direncanakan mencapai VND1.014 kuadriliun, setara dengan sekitar US$39,3 miliar pada tahun 2026, yang mencakup pembangunan jalan, bandara, dan proyek infrastruktur lainnya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkisar di angka 5%.

Walaupun investasi asing mulai masuk ke sektor kendaraan listrik dan hilirisasi, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat dinilai belum cukup signifikan. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi masalah tersendiri. Nilai tukar yang melemah membuat pertumbuhan PDB nominal Indonesia ketika dikonversi ke dolar AS menjadi lebih tertekan.

Di pasar modal, perkembangan ini menjadi tantangan tambahan bagi daya tarik investasi Indonesia. Investor global tidak hanya memperhatikan besarnya pasar domestik, tetapi juga prospek pertumbuhan, produktivitas, stabilitas mata uang, dan kemampuan suatu negara untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Selain itu, pasar saham Indonesia tengah menghadapi tekanan sentimen setelah MSCI menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Hal ini semakin memperbesar tantangan dalam mempertahankan kepercayaan investor asing.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait