Universitas Bunda Mulia (UBM) semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam inovasi pendidikan tinggi berbasis teknologi dengan memperkenalkan BM AI Tutor. Platform ini merupakan tutor digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan terintegrasi langsung dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Peluncuran BM AI Tutor ini dilakukan pada Rabu (10/6) dan merupakan langkah strategis UBM dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era digital. Melalui platform ini, diharapkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa dapat ditingkatkan dengan teknologi yang adaptif, personal, dan berbasis data.
Fitur dan Keunggulan BM AI Tutor
Rektor UBM, Doddy Surja Bajuadji, M.B.A., menjelaskan bahwa BM AI Tutor dirancang sebagai tutor privat digital yang dapat diakses oleh mahasiswa kapan saja dan di mana saja. “BM AI Tutor diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia,” ujarnya.
Platform ini mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan terukur, serta memperkuat komitmen UBM untuk menyediakan pendidikan yang unggul, relevan, dan berdaya saing global. Berbeda dengan platform AI lainnya, BM AI Tutor memiliki keunggulan berupa integrasi langsung dengan kurikulum OBE yang diterapkan di UBM. Seluruh aktivitas pembelajaran, mulai dari diskusi, latihan, hingga evaluasi, dirancang untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang telah ditetapkan.
Manfaat untuk Mahasiswa dan Dosen
Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan jawaban untuk pertanyaan akademik, tetapi juga bimbingan belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai di setiap mata kuliah. Di sisi lain, dosen juga mendapatkan dukungan berupa data pembelajaran yang lebih akurat untuk memetakan tingkat ketercapaian CPMK mahasiswa secara berkelanjutan. “Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih terstruktur, objektif, dan berbasis data,” tambah Doddy.
Peluncuran BM AI Tutor juga diwarnai dengan diskusi bertajuk “Navigating the Future of Higher Education with AI” yang menghadirkan sejumlah pakar di bidang kecerdasan buatan dan transformasi digital. Di antara para pembicara terdapat Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom., M.Kom., serta Chief Operating Officer Digital Place Vision (DPV), Ernest Tjahjana, M.B.A., dan dosen Program Studi Kecerdasan Buatan UBM, Alaniah Nisrina, M.Eng.
Selain mengadopsi teknologi AI, BM AI Tutor juga menerapkan pendekatan Student-Centered Learning (SCL) yang mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses belajar. Berbagai fitur interaktif yang disediakan dirancang untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa, memperkuat motivasi belajar, serta membangun budaya akademik yang kompetitif dan kolaboratif.
Menariknya, platform ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Universitas Bunda Mulia dengan digitalplace.ai, sebuah perusahaan AI dan robotika yang berbasis di Singapura. Kerja sama ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.