JAKARTA - Pada hari pertama gelombang kedua Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung pada Senin (2/11), sebanyak 1.338.684 siswa dari jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat mengikuti asesmen dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan tes ini dilakukan melalui moda daring dan semi daring di berbagai satuan pendidikan yang telah ditentukan.
Dalam kunjungan ke Posko TKA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memberikan arahan terkait berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan asesmen. Tantangan tersebut mencakup aspek teknis, kesiapan infrastruktur, koordinasi antar pihak, serta pengawasan untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA. Ia menekankan pentingnya respons yang cepat dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta satuan pendidikan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul.
Peningkatan Kapasitas untuk Wilayah Terpencil
Wamen Atip juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas teknis, terutama untuk mendukung pelaksanaan TKA di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. “Ke depan, kapasitas teknis dan dukungan pelaksanaan TKA perlu terus ditingkatkan, terutama untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan, seperti di Provinsi Kepulauan Riau,” ungkapnya.
Posko TKA berfungsi sebagai salah satu instrumen penting dalam memantau pelaksanaan asesmen secara berkala, mengidentifikasi kendala, serta mengoordinasikan langkah penanganan bersama pihak-pihak terkait. Melalui posko ini, laporan dari daerah dapat dihimpun dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Pesan untuk Siswa dan Tujuan TKA
Kemendikdasmen terus memantau pelaksanaan TKA Gelombang 2. Berdasarkan pemantauan sementara, pelaksanaan pada hari pertama berlangsung dengan lancar. Tim pemantauan juga berupaya mengantisipasi potensi kendala teknis serta mencegah pelanggaran yang dapat mengganggu kelancaran dan integritas pelaksanaan asesmen. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Toni Toharudin mengajak semua siswa untuk mengikuti TKA dengan menjunjung tinggi kejujuran dan semangat positif.
“Kami mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan jujur dan gembira. Kerjakan soal secara mandiri, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jadikan hasilnya sebagai bahan refleksi untuk terus belajar dan berkembang. TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk mengenali capaian belajar masing-masing,” ujar Toni.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan asesmen yang wajib diikuti oleh semua siswa dan tidak menjadi penentu kelulusan. TKA diselenggarakan untuk mendapatkan informasi mengenai capaian akademik siswa yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran. Diharapkan hasil TKA dapat memberikan gambaran capaian akademik siswa secara objektif, yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan, pendidik, dan orang tua untuk memahami kebutuhan belajar siswa serta merumuskan langkah perbaikan pembelajaran.
Melalui pelaksanaan TKA yang berintegritas, Kemendikdasmen berharap asesmen ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau memperoleh informasi lebih lanjut terkait layanan Kemendikdasmen dapat menghubungi Unit Layanan Terpadu (ULT) melalui laman resmi.