Fakta Pendidikan

Kemiripan Bahasa India dan Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

Terdapat sejumlah kata dalam bahasa India yang memiliki kesamaan dengan bahasa Indonesia, yang sebagian besar berasal dari bahasa Sansekerta. Hal ini diungkapkan oleh seorang mahasiswa asal Indonesia...

P
Padma Dewi
18 September 2026
32 pembaca
Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Foto: Fahri Zulfikar/detikcom

Mumbai - Ternyata, beberapa kosa kata dalam bahasa India memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh pengaruh bahasa Sansekerta. Mega Mei Wahidawati, seorang alumnus dari Universitas Gujarat asal Indonesia, menyatakan bahwa ia menemukan beberapa teman di India yang namanya mirip dengan nama-nama di Indonesia, termasuk namanya sendiri, Mega.

"Orang-orang, khususnya orang Indonesia, memiliki banyak nama yang berasal dari Sansekerta. Contohnya, namaku, Mega," ujarnya saat ditemui di Mumbai, pada hari Jumat (18/9/2026).

Nama yang Mirip dan Kosa Kata Sehari-hari

Menurut Mega, ada beberapa nama teman-temannya di India yang juga umum di Indonesia, seperti Ambar dan Nilam. "Kalau orang India yang namanya sama kayak Indonesia itu temanku Ambar, Nilam. Itu kan umum ya di Indonesia juga," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan yang sering ditemui biasanya terletak pada cara pengucapan. Misalnya, nama Nilam diucapkan sebagai "Nilem". Selain itu, terdapat pula nama-nama lain seperti Anita, Puspa, Sarasvati, Arman, dan Irfan yang juga memiliki kesamaan.

Tidak hanya nama, tetapi juga banyak kosa kata dalam bahasa India yang mirip dengan bahasa Indonesia. Berikut adalah daftar 10 kata bahasa India yang memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia:

  1. Manushya - manusia
  2. Dunya - dunia
  3. Kitab - kitab/buku
  4. Varta - berita
  5. Mausam - musim
  6. Maf - maaf
  7. Bhasa - bahasa
  8. Uttar - utara
  9. Kareeb - karib/dekat
  10. Pehalwan - pahlawan

Selain itu, ada beberapa kata lain yang juga memiliki kesamaan, seperti Raja, Sapta, Samudra, Sabun, Kursi, dan Asli.

Perbedaan Sistem Hunian Mahasiswa

Meskipun terdapat kemiripan dalam bahasa, Mega menjelaskan bahwa sistem hunian mahasiswa di Indonesia dan India cukup berbeda. Di India, hampir semua kampus menyediakan hostel atau asrama untuk mahasiswa, tidak hanya bagi mereka yang berprestasi atau menerima beasiswa, tetapi juga untuk mahasiswa dari luar kota.

"Di sini, kampus itu wajib memiliki hostel atau asrama untuk mahasiswa dari luar kota. Jadi, mereka tidur di asrama," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa untuk mendapatkan tempat di asrama, mahasiswa harus mengikuti ujian yang diadakan setiap tahun. "Jadi untuk mendapatkan kuota asrama itu harus melalui ujian. Jadi beda sama ujian kampus, ini untuk mendapatkan ujian asrama saja," jelas Mega.

Bagi mahasiswa yang memilih tidak tinggal di asrama, mereka dapat mencari kosan atau apartemen di luar kampus. "Kayak aku dulu cari apartemen sama teman-teman Indonesia, teman-teman Mesir, Bangladesh gitu," lanjutnya.

Secara umum, Mega merekomendasikan kuliah di India untuk jurusan sains, teknik, dan teknologi, termasuk kedokteran. "Buat S2 ya, kalau jurusanku, karena aku Media & Entertainment, recommend sih. Karena kan di sini media dan entertainment-nya naik, gitu kan, maju gitu," tuturnya.

Ia menekankan pentingnya melakukan riset tentang negara tujuan kuliah dan jurusan yang diambil, terutama jika ingin mendapatkan beasiswa. "Jadi dicoba cari-cari dulu aja, riset dulu lah terkait kampus dan jurusanmu yang misal mau ngambil kuliah dan beasiswa ke India," pungkasnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait