Jakarta - Pengumuman hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk jenjang sekolah menengah tahun 2026 telah dilakukan. Namun, muncul dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan final OSN pada cabang matematika. Informasi mengenai kecurangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial Threads, di mana sebuah akun menunjukkan bahwa terdapat kursi yang hilang selama proses final berlangsung.
Temuan ini diketahui melalui tayangan live report yang disiarkan oleh sebuah akun YouTube, yang langsung menarik perhatian banyak netizen. Diduga, peserta yang terlibat dalam kecurangan tersebut berasal dari MAN IC Serpong, sehingga pihak madrasah merasa perlu untuk memberikan klarifikasi.
Klarifikasi dari MAN IC Serpong
MAN IC Serpong menyatakan bahwa mereka tidak mendukung segala bentuk ketidakjujuran dari siswa, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip yang dipegang oleh lembaga tersebut. Dalam unggahan di Instagram @official_manics, mereka menyampaikan, "Asalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Menanggapi situasi yang beredar mengenai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. MAN Insan Cendekia Serpong tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dan integritas akademik."
Pihak madrasah menegaskan bahwa kejujuran adalah nilai yang dijunjung tinggi. Mereka percaya bahwa setiap pencapaian harus dicapai melalui proses yang jujur, sportif, dan bertanggung jawab. "Bagi kami, nilai sebuah prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi juga oleh integritas dalam proses mencapainya," lanjut mereka.
MAN IC Serpong juga menekankan bahwa mereka berkomitmen untuk menyeimbangkan pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembelajaran iman dan takwa, sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. "Kami terus berkomitmen untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan iman dan takwa (IMTAK) sebagai bagian dari ikhtiar membentuk murid yang berprestasi, berkarakter, berakhlak, dan berintegritas," tulis mereka.
Temuan Kecurangan oleh Puspresnas
Di sisi lain, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengungkapkan bahwa mereka menemukan beberapa indikasi kecurangan dalam pelaksanaan OSN Dikmen Tingkat Nasional 2026. Salah satu pelanggaran yang teridentifikasi adalah penggunaan ponsel dan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh peserta dalam menyelesaikan soal.
Fajar, koordinator juri di cabang matematika, menjelaskan, "Satu peserta melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes, yaitu membawa dan menggunakan telepon seluler, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam proses pengerjaan soal." Menurut panduan OSN, penggunaan perangkat yang tidak diperkenankan selama tes merupakan pelanggaran berat yang dapat berakibat pada diskualifikasi peserta.
Puspresnas bersama Dewan Juri Nasional telah melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan informasi yang dikumpulkan selama pelaksanaan OSN. Mereka memastikan bahwa proses penelaahan dilakukan secara independen untuk menjaga objektivitas dan keadilan dalam penyelenggaraan ajang tersebut.
Sebagai tambahan, Puspresnas menyatakan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan OSN kini dilakukan dengan menggunakan metode pengawas silang dan live streaming melalui YouTube, serta perangkat Zoom untuk pengawasan yang lebih ketat.
Dalam surat resmi, Puspresnas juga mengumumkan bahwa sanksi akan diterapkan terhadap pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan OSN, dengan kategori pelanggaran dibedakan menjadi ringan, sedang, dan berat. Pelanggaran berat dapat berakibat pada diskualifikasi peserta dan larangan bagi satuan pendidikan untuk mengirimkan peserta OSN di tahun berikutnya.
Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam kompetisi dan menyatakan bahwa pelanggaran yang terjadi akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.