Jakarta - Pemerintah melalui program pelatihan kerja dan magang ke luar negeri telah meningkatkan peluang bagi lulusan SMK untuk berkarier di luar negeri. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebanyak 3.030 lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) diberangkatkan untuk menjalani program magang dan kerja di luar negeri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan dukungan serta motivasi kepada para lulusan SMK dan LKP yang berencana bekerja di luar negeri. Ia mengungkapkan kebanggaan melihat banyak lulusan yang memiliki tekad untuk meningkatkan keterampilan demi bersaing di tingkat global. "Anak-anakku sekalian yang masih relatif muda sudah memiliki keberanian dan tekad yang kuat sekaligus keterampilan. Ini merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa," ujarnya dalam acara "Pelepasan 3.000 Lulusan Dikmendiksus Magang dan Kerja di Luar Negeri" di Performance Hall FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta.
Keberanian Lulusan SMK dalam Menghadapi Tantangan Global
Tatang juga menceritakan pengalamannya berbincang dengan salah satu lulusan yang akan bekerja di kapal pesiar di Amerika. Lulusan tersebut akan bekerja selama delapan bulan sebelum beristirahat. "Bayangkan di lautan bekerja 8 bulan, keberanian dan tekadnya luar biasa. Saya kira ini bagian dari bagaimana anak-anak kita memiliki militansi yang luar biasa," tambahnya.
Salah satu lulusan dari SMKN 2 Wonosari, Christian Orlando Sunyoto, menyatakan keinginannya untuk bekerja di Turki guna menambah pengalaman dan memperoleh gaji yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan program di luar negeri, ia berencana kembali ke Indonesia untuk mengembangkan bisnis restoran milik orang tuanya. "Saya ingin suasana yang baru dan ingin gaji yang besar. Setelah selesai di Turki, saya ingin membuka usaha dan mengembangkan bisnis orang tua saya, yaitu restoran," ujarnya.
Pendidikan Vokasi dan Peluang di Eropa
Lulusan SMK Muhammadiyah Prambanan, Ananda Raditya, memilih untuk berkarier di Jerman karena ketertarikan pada program double track. Melalui program ini, ia dapat bersekolah di Indonesia dan melanjutkan pendidikan S2 di Jerman sambil bekerja sebagai engineer. "Saya memilih program double track sebagai lembaga untuk belajar bahasa dan karier. Double Track adalah program langsung dari PP Muhammadiyah, dan saat ini di Kabupaten Sleman program tersebut baru tersedia di SMK Muhammadiyah Prambanan," jelasnya.
Radit bertekad untuk menyelesaikan pendidikan Ausbildung dan S1 sebelum mengambil pendidikan S2 di Jerman. Ia juga memiliki impian untuk pergi haji bersama teman-temannya setelah menyelesaikan studinya. "Saya ingin meningkatkan karier saya di Jerman dalam bidang (saya) tersebut. Setelah selesai S2, saya memiliki keinginan untuk pergi haji bersama-sama dengan teman-teman saya," tambahnya.
Program Gratis untuk Mempersiapkan Tenaga Kerja Profesional
Perlu dicatat bahwa program dukungan untuk SMK, termasuk pelatihan kerja dan magang ke luar negeri yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen, tidak dipungut biaya. Siswa dapat mengikuti bimbingan dan pelatihan kerja secara gratis. Melalui pelatihan intensif dan pembekalan budaya kerja internasional, serta penguasaan bahasa asing, lulusan SMK dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang unggul dan daya saing global.
Pada pelepasan yang berlangsung pada 29 Oktober 2026, Kemendikdasmen memberangkatkan 3.030 peserta yang terdiri dari 1.530 lulusan SMK dari 231 SMK di 26 provinsi. Secara total, telah ada lima kali pelepasan dengan jumlah lulusan SMK dan LPK yang berangkat ke luar negeri mencapai 13.000 orang.