Fakta Pendidikan

Peluncuran Gerakan Guru Bangsa dengan Logo Siluet Jokowi

Gerakan Guru Bangsa diluncurkan di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, dengan fokus pada akses pendidikan dan pembentukan karakter. Logo gerakan ini menggunakan siluet Presiden Jokowi.

N
Narayana Putra
30 October 2026
3 pembaca
Gerakan Guru Bangsa Diluncurkan, Gunakan Siluet Jokowi sebagai Logo
Gerakan Guru Bangsa Diluncurkan, Gunakan Siluet Jokowi sebagai Logo

Sejumlah aktivis meluncurkan gerakan bernama Guru Bangsa di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10). Gerakan ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membentuk karakter peserta didik.

Santo, salah satu deklarator Guru Bangsa, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari kegelisahan aktivis seperti Nando, Gorbachev, dan Norman terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. "Mulai dari keterbatasan akses hingga kekerasan fisik dan verbal serta perundungan terhadap peserta didik," jelasnya kepada media pada Kamis (29/10).

Harapan untuk Mewujudkan Nawacita

Para deklarator berharap gerakan ini dapat menghidupkan kembali semangat Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden ketujuh RI, Joko Widodo. Santo menekankan pentingnya memperluas akses layanan pendidikan dan pelatihan, mendukung Program Indonesia Pintar, memperkuat kurikulum nasional, serta menanamkan pendidikan budi pekerti. "Dengan semangat pemerataan kesempatan belajar, gerakan ini juga menargetkan lahirnya generasi yang berkarakter dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Ajakan untuk Bergabung

Dalam perkembangan terkini, tiga inisiator gerakan Guru Bangsa mengajak berbagai aktivis dan tokoh untuk bergabung. Di antara yang turut serta adalah anggota DPRD DKI Jakarta Joi Phiau, pegiat sosial Susy Rizky, organisatoris Yudi Saputra, pengacara Santo Feliks, pakar hukum Siti Aisah, dan pengamat pertahanan Maria. Mereka kemudian membentuk Tim Sembilan atau Nawa Guru dan memilih siluet Jokowi sebagai logo gerakan ini, yang dianggap sejalan dengan semangat pemerataan akses pendidikan, termasuk melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Nando menegaskan bahwa Guru Bangsa bukanlah gerakan politik dan tidak berafiliasi dengan partai atau kelompok mana pun. Dia menyatakan bahwa Guru Bangsa terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia.

Saat ini, Nawa Guru telah melaksanakan berbagai kegiatan sukarela di sejumlah daerah, dengan menyalurkan ribuan buku dan perlengkapan sekolah kepada siswa. "Kegiatan tersebut akan terus diperluas melalui gerakan para sukarelawan di berbagai daerah," ungkap Nando.

Sementara itu, Joi Phiau menyampaikan bahwa banyak pihak telah berkontribusi dengan menyumbangkan perlengkapan sekolah, termasuk krayon, untuk dibagikan kepada anak-anak. "Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dapat berperan penting dalam memperluas manfaat kegiatan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan fasilitas belajar tambahan," tuturnya.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait