Fakta Politik

Prabowo Perintahkan Prioritas Program Makan Bergizi Gratis untuk Penerima yang Memerlukan

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, terutama dari kalangan masyarakat kurang mampu.

A
Amara Rukmana
16 July 2026
40 pembaca
Presiden Prabowo instruksikan prioritas penerima program Makan Bergizi Gratis bagi yang membutuhkan. (Dok. Istimewa)
Presiden Prabowo instruksikan prioritas penerima program Makan Bergizi Gratis bagi yang membutuhkan. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan bagi mereka yang sangat memerlukan. Ia menekankan bahwa pemerintah akan lebih fokus kepada penerima manfaat yang berasal dari kelompok desil bawah serta daerah yang tertinggal.

“Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silahkan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silahkan diberikan,” ungkap Agustina di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7).

Fokus pada Penataan Penerima Manfaat

Agustina menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menata penerima manfaat program MBG. Ia menyebutkan bahwa hal ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam waktu satu bulan ke depan untuk melakukan pengkajian yang lebih mendalam.

Dalam rapat tersebut, Agustina juga membahas dinamika di lapangan, terutama mengenai latar belakang siswa yang beragam dalam satu sekolah. “Tetapi ada dinamika, bagaimana kalau sekolah itu katakanlah 50 persen, 50 persen ada di desil menengah 6 atau ke bawah,” ujarnya.

Mempertimbangkan Aspek Psikologis

Agustina juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek psikologis siswa dalam pengambilan keputusan terkait program ini. “Jadi seperti tadi, misalnya ada sekolah negeri atau sekolah apa, ya, yang ada muridnya katakanlah 50 persen desilnya menengah sedikit ke bawah, menengah sedikit ke atas, kan berarti nanti jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Pertimbangkan secara psikologis,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Prabowo meminta agar jajarannya tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. “Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang,” tuturnya, menekankan bahwa kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus diputuskan dengan matang.

Artikel Terkait