Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari telah menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap seorang anggota TNI berinisial Sertu MB. Penetapan ini dilakukan karena Sertu MB diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah Kendari.
Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menjelaskan bahwa DPO diterbitkan setelah Sertu MB melarikan diri saat menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan pelanggaran hukum. "Kami sudah meminta kepada satuannya untuk menerbitkan surat DPO terhadap pelaku. Anggota intel kami juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pencarian," ungkap Haryadi.
Haryadi menambahkan bahwa berkas perkara Sertu MB telah dilimpahkan dari Kodim 1417/Kendari ke Denpom untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun pelaku melarikan diri, penyidikan tetap berlangsung dengan memeriksa tiga orang saksi, termasuk orang tua korban. "Untuk korban belum kami mintai keterangan karena masih mengalami trauma dan baru menyelesaikan ujian sekolah," tambahnya.
Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan, mengingat perhatian pimpinan TNI AD terhadap perkara ini. Sertu MB terancam dijerat dengan pasal berlapis, termasuk dugaan kekerasan seksual terhadap anak serta desersi karena meninggalkan tugas tanpa izin.
Dalam upaya pengejaran, Denpom XIV/3 Kendari bekerja sama dengan Kodim 1417/Kendari dan meminta bantuan Polda Sulawesi Tenggara untuk mempercepat penangkapan. Pihaknya juga mengimbau agar Sertu MB segera menyerahkan diri.
Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang diduga dilakukan oleh anggotanya tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sertu MB sempat melarikan diri dengan modus izin makan, namun tidak kembali. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga telah melakukan kekerasan seksual pada 15 April di kediamannya dan diduga dilakukan berulang kali. "Kami tidak memberikan toleransi. Proses hukum akan ditegakkan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Danny.